“Saya sering lihat, kalau bawa mi instan ke sana, yang terjadi dikremes sama anak-anak, malah dimakan langsung. Yang kita tidak tahu cuci tangan juga tidak, dan lain sebagainya,” katanya menggambarkan realita yang kerap ia temui.
Kebiasaan seperti itu, jelas dia, membuka pintu lebar-lebar untuk infeksi dan penyakit pencernaan. Makanya, ia menekankan, donor atau relawan harus mikir dari hulu. Makanan seperti apa yang benar-benar bisa diolah di kondisi serba terbatas? Yang ideal sih makanan siap santap, aman tanpa dimasak, dan tahan lama.
Perhatian Khusus untuk Bayi di Bawah Setahun
Lalu bagaimana dengan bayi? Untuk mereka yang masih di bawah satu tahun, aturannya lebih ketat lagi. Satgas Bencana IDAI bersama Satgas ASI sudah menyiapkan pedoman khusus lewat buku Panduan Penanggulangan Bencana. Poin utamanya: jangan sampai asal kasih makan.
Kelompok usia ini sangat rentan. Prioritas mutlak adalah menjaga kelangsungan pemberian ASI dan menjamin keamanan setiap asupan yang masuk. Salah langkah sedikit, risikonya besar. Jadi, bantuan untuk mereka harus benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan mendesaknya.
Artikel Terkait
Pelangi di Mars Rampung Setelah Lima Tahun, Tim Belajar Teknologi XR dari Nol
Pelangi di Mars, Film Fiksi Ilmiah Indonesia untuk Anak, Tayang Lebaran 2026
CAPD, Terapi Gagal Ginjal yang Lebih Fleksibel, Masih Minim Dikenal Pasien
LPDP Sesuaikan Besaran Tunjangan Hidup dengan Biaya Hidup Negara Tujuan