Tak berhenti di situ, Aan secara aktif melibatkan ibu-ibu rumah tangga sekitar. Bahkan anak-anak diajak serta. Tujuannya sederhana: menumbuhkan benih kreativitas sejak dini. Ia percaya itu bisa jadi bekal berharga untuk masa depan mereka.
“Kita timbulkan kreasi dan kreativitas untuk ibu-ibu nasabah PNM. Anak-anak juga kita ajak supaya bisa menumbuhkan kreativitas sejak dini,” kata Aan.
Hasilnya? Cukup signifikan. Omzet bulanan yang awalnya hanya berkisar ratusan ribu rupiah, kini melambung hingga Rp 5-6 juta. Tapi Aan tak mau sukses ini dinikmati sendirian. Ia merekrut anggota keluarga dan masyarakat sekitar Bantar Gebang untuk terlibat.
“Kita satu keluarga, tapi juga merekrut para nasabah PNM. Kita pengennya bukan hanya kita yang bisa melestarikan lingkungan, tapi orang-orang di sekitar kita juga bisa,” tegasnya.
Cerita Aan Andasari ini menunjukkan satu hal: pemberdayaan ekonomi dan kelestarian lingkungan bisa berjalan seiring. Dengan langkah kecil dan dukungan yang tepat, perubahan nyata ternyata bisa dimulai bahkan dari tumpukan sampah sekalipun.
Artikel Terkait
Hadits Shahih: Puasa Ramadhan dengan Iman dan Ikhlas Ampuni Dosa Lalu
Wardatina Mawa Trauma Lihat Ulang Video Pemicu Laporan Pidana di Bareskrim
Betrand Peto Pakai Kostum Kreatif untuk Bangunkan Ruben Onsu Sahur
Rachel Amanda Ungkap Balsem Jadi Penyelamat Wajib di Tasnya