Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 2.307.000 per Gram (Update Terbaru)

- Senin, 10 November 2025 | 09:35 WIB
Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 2.307.000 per Gram (Update Terbaru)
Harga Emas Antam Hari Ini Naik ke Rp 2.307.000 per Gram | Update Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 8.000, Tembus Rp 2.307.000 per Gram

Harga emas Antam menunjukkan tren positif pada perdagangan hari ini, Senin. Harga jual emas batangan PT Antam (Persero) Tbk (kode ANTM) tercatat naik sebesar Rp 8.000 per gram menjadi Rp 2.307.000 per gram, jika dibandingkan dengan harga akhir pekan lalu.

Kenaikan ini juga diikuti oleh harga buyback emas Antam, yaitu harga yang diterima konsumen saat menjual kembali emasnya. Harga buyback juga merangkak naik sebesar Rp 8.000, menjadi Rp 2.172.000 per gram.

Harga emas Antam yang tercantum ini merupakan harga yang berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Pembelian emas batangan saat ini dibebaskan dari PPN sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) No. 49 Tahun 2022, sehingga nilai PPN tidak dimasukkan dalam perhitungan total pembayaran.

Berdasarkan PMK No. 48 tahun 2023, akan dikenakan tarif PPh 22 sebesar 0,25% dari harga pembelian. PT Antam Tbk sebagai penjual akan menerbitkan bukti potong PPh 22 untuk transaksi tersebut.

Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini per Pecahan

Berikut adalah rincian lengkap harga emas Antam hari ini untuk berbagai ukuran pecahan, seperti dikutip dari laman resmi Logam Mulia:

  • Emas 0,5 gram: Rp 1.203.500
  • Emas 1 gram: Rp 2.307.000
  • Emas 2 gram: Rp 4.554.000
  • Emas 3 gram: Rp 6.806.000
  • Emas 5 gram: Rp 11.310.000
  • Emas 10 gram: Rp 22.565.000
  • Emas 25 gram: Rp 56.287.000
  • Emas 50 gram: Rp 112.495.000
  • Emas 100 gram: Rp 224.912.000
  • Emas 250 gram: Rp 562.015.000
  • Emas 500 gram: Rp 1.123.820.000
  • Emas 1.000 gram: Rp 2.247.600.000

Bagi investor dan masyarakat yang tertarik untuk membeli atau menjual emas, disarankan untuk selalu memantau pergerakan harga terkini karena dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar