Aturan Baru Alkohol di Thailand 2024: Denda Rp 5 Juta & Jam Minum yang Diperbolehkan

- Minggu, 09 November 2025 | 16:54 WIB
Aturan Baru Alkohol di Thailand 2024: Denda Rp 5 Juta & Jam Minum yang Diperbolehkan

Aturan Baru Alkohol Thailand: Denda Rp 5 Juta untuk Pelanggar

Pemerintah Thailand memberlakukan aturan baru tentang alkohol yang lebih ketat. Masyarakat dan wisatawan kini bisa kena denda tinggi jika minum atau disuguhi alkohol di waktu dan tempat yang dilarang. Aturan ini tertuang dalam amandemen Undang-Undang Pengendalian Alkohol yang baru disahkan.

Larangan Iklan Alkohol Diperketat

Amandemen UU ini juga memperketat aturan periklanan minuman beralkohol. Promosi alkohol sekarang hanya boleh berisi informasi faktual belaka. Penggunaan selebritas, influencer, atau tokoh publik untuk tujuan promosi komersial alkohol resmi dilarang.

Denda Hingga Rp 5,1 Juta Mengintai

Pelanggaran aturan ini bisa diganjar denda mulai dari 10.000 baht atau setara dengan Rp 5,1 juta. Yang perlu diperhatikan, aturan baru ini menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya berada di pihak penjual, tetapi juga pada konsumen yang meminumnya.

Jam Minum Alkohol yang Diperbolehkan

Sejak tahun 1972, penjualan alkohol di ritel dan supermarket memang dilarang pada pukul 14.00–17.00. Namun, amandemen terbaru ini secara eksplisit menyatakan bahwa aktivitas meminum alkohol pada jam-jam terlarang juga dapat dikenai sanksi denda. Beberapa tempat seperti hotel berlisensi, tempat hiburan, kawasan wisata, dan bandara internasional mendapatkan pengecualian.

Dampak pada Industri Restoran Thailand

Aturan baru ini menuai kritik dari pelaku industri restoran. Chanon Koetcharoen, Presiden Asosiasi Restoran Thailand, menyatakan bahwa peraturan ini akan menghambat pertumbuhan industri. Ia memberi contoh, jika pelanggan membeli bir pada pukul 13.59 dan masih meminumnya hingga pukul 14.05, hal itu sudah dianggap melanggar hukum.

Kekhawatiran juga datang dari kawasan wisata seperti Jalan Khao San di Bangkok. Seorang asisten manajer bar yang bernama Bob memperkirakan penjualan alkohol bisa turun hingga 50% selama jam-jam yang dibatasi. Ada pula kekhawatiran bahwa aturan ini berpotensi disalahgunakan pejabat untuk menjatuhkan denda demi keuntungan pribadi.

Pro Kontra Aturan Alkohol Thailand

Taopiphop Limjittrakorn, Anggota Parlemen dari Partai Rakyat, mengkritik aturan ini. Menurutnya, UU yang diamandemen hanya melayani kepentingan kelompok yang menentang alkohol. Ia berpendapat bahwa penjualan alkohol seharusnya diperbolehkan 24 jam. Taopiphop juga menyoroti risiko kebingungan yang mungkin dialami wisatawan asing akibat aturan baru ini.

Dengan diberlakukannya aturan ini, baik penduduk lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Thailand disarankan untuk lebih cermat mematuhi jam dan lokasi yang diperbolehkan untuk mengonsumsi minuman beralkohol guna menghindari denda yang tidak kecil.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar