Siapa Pemilik Saham WIRG? Profil Lengkap PT Wir Asia Tbk
PT Wir Asia Tbk (WIRG) merupakan perusahaan teknologi terdepan yang mengkhususkan diri dalam jasa teknologi berbasis augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), diperkuat oleh integrasi kecerdasan buatan (AI) serta Internet of Things (IoT). Perusahaan yang telah berdiri sejak 2009 ini memiliki portofolio paten global yang kuat, dengan lima paten AR terdaftar di Patent Cooperation Treaty.
Profil Bisnis dan Layanan WIRG
Wir Asia telah menyelesaikan lebih dari seribu proyek pengembangan aplikasi AR dan VR untuk klien korporasi di lebih dari 20 negara. Perusahaan ini menawarkan tiga solusi utama bagi bisnis: solusi untuk brand, solusi untuk kiosk, dan solusi untuk IoT. Layanan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan iklan interaktif dan penjualan virtual melalui jaringan toko virtual.
Selain layanan multimedia inti, WIRG juga mengembangkan layanan pendukung seperti blockchain dan mechatronics. Portofolio klien perusahaan mencakup nama-nama besar seperti Telkom Indonesia, XL Axiata, Danone Group, Facebook, dan Sosro.
Struktur Kepemilikan Saham WIRG
WIRG melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 4 April 2022, melepas 2,33 miliar saham dengan harga penawaran Rp168 per saham. Total saham terdaftar saat IPO adalah 11,68 miliar saham.
Berdasarkan laporan bulanan per 31 Oktober 2025, struktur kepemilikan saham WIRG adalah sebagai berikut:
- PT WIR Global Kreatif: 477 juta saham (4%)
- Masyarakat: 11,20 miliar saham (93,89%)
Penerima Manfaat Utama (Ultimate Beneficial Owners)
Kepemilikan saham WIRG pada akhirnya dipegang oleh tiga pendiri perusahaan, yaitu:
- Daniel Surya Wirjatmo
- Michel Budi Wirjatmo
- Philip Cahyono
Informasi ini memberikan gambaran lengkap mengenai kepemilikan dan profil bisnis PT Wir Asia Tbk (WIRG), perusahaan teknologi AR dan VR dengan rekam jejak global yang solid.
Artikel Terkait
Analis Proyeksikan Harga Emas Masih Fluktuatif, Tunggu Data AS dan Sentimen Global
OJK dan BEI Ingatkan Investor untuk Teliti Memilih Perusahaan Sekuritas
Investor Beralih ke Saham Murah, Indeks Small Cap Melonjak 3,5%
Progres Konstruksi Tambang Emas Pani Capai 94%, Target Produksi 2026 Dicanangkan