Kondisi ini secara langsung menekan permintaan bahan bakar penerbangan (avtur) dan diesel. Selain itu, kekhawatiran kelebihan pasokan semakin menguat setelah stok minyak mentah AS naik 5,2 juta barel, melebihi perkiraan pasar.
Dinamika Pasar Minyak Global
Kelompok OPEC telah memutuskan untuk menaikkan produksi secara bertahap pada Desember, namun menahan rencana peningkatan lebih lanjut untuk kuartal pertama tahun depan. Pertimbangan utama adalah potensi kelebihan pasokan di pasar global.
Arab Saudi merespons kondisi pasar yang relatif berlimpah dengan memangkas harga jual minyak untuk pembeli di Asia pada Desember. Di sisi lain, sanksi Eropa dan AS terhadap Rusia dan Iran telah mengganggu pasokan ke China dan India, yang justru memberikan sedikit penopang bagi harga global.
Permintaan Minyak China Tetap Kuat
Data bea cukai China menunjukkan impor minyak mentah pada Oktober naik 2,3% dibandingkan September dan meningkat 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai 48,36 juta ton. Kenaikan ini seiring dengan tingginya tingkat operasi kilang di negara tersebut.
Menurut analis, kondisi ini membuat pasokan minyak menjauh dari negara-negara OECD, di mana stok minyak masih berada pada level rendah.
Prospek Sanksi terhadap Rusia
Pembatalan rencana akuisisi aset Lukoil oleh perusahaan komoditas Swiss Gunvor menunjukkan bahwa AS masih mempertahankan tekanan maksimum terhadap Rusia. Sinyal ini mengindikasikan kemungkinan pengetatan penegakan sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil di masa depan.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$116 per Barel Pekan Depan
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan