Menteri UMKM Beberkan Alasan Produk Lokal Sering Disebut Mahal
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyoroti asumsi publik yang kerap menganggap produk lokal memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan barang thrifting atau pakaian bekas impor.
Teori Ekonomi di Balik Harga Produk Lokal
Maman menjelaskan bahwa harga yang terkesan mahal sebenarnya terbentuk oleh pola perilaku konsumen yang masih condong memilih produk luar negeri. Menurutnya, dalam teori ekonomi, harga tinggi justru terjadi ketika permintaan terhadap suatu produk masih rendah.
"Kalau makin banyak masyarakat membeli produk lokal, harga akan turun secara alami karena permintaan dan suplai menjadi seimbang," jelas Maman.
Artikel Terkait
RMKE Catat Pendapatan Rp2,2 Triliun di 2025, Jasa Logistik Jadi Penopang Laba
Tujuh Saham Perbankan Catat PBV di Bawah 1 pada Awal April 2026
IHSG Melonjak 1,45% ke 7.150, Didukung Kenaikan Luas di Semua Sektor
Neraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Berturut-turut, Ditopang Penuh Sektor Nonmigas