IHSG Hari Ini Menguat 0,43%, Dibuka di Level 8.354
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis 6 November 2025, dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,43 persen ke level 8.354,68. Setelah semenit perdagangan berjalan, IHSG masih bertahan di wilayah positif dengan kenaikan 0,27 persen ke level 8.341.
Pada sesi pagi, performa saham tercatat beragam. Sebanyak 255 saham menguat (zona hijau), 162 saham melemah, dan 239 saham lainnya stagnan atau flat. Total nilai transaksi awal mencapai Rp1,4 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1 miliar lembar saham.
Pergerakan Indeks Lainnya
Berbeda dengan IHSG, beberapa indeks acuan lainnya justru tercatat melemah di awal perdagangan:
- Indeks LQ45: melemah 0,22% ke 845,02
- Indeks JII: melemah 0,19% ke 577,87
- Indeks MNC36: melemah 0,34% ke 346,95
- Indeks IDX30: melemah 0,32% ke 443,67
Analisis Sektor Saham
Berdasarkan kinerja sektoral, berikut adalah sektor yang mengalami penguatan:
- Energi
- Konsumer Siklikal
- Keuangan
- Infrastruktur
- Properti
- Industri
- Transportasi
Sementara itu, sektor yang mengalami pelemahan meliputi:
- Konsumer Non-Siklikal
- Bahan Baku
- Teknologi
- Kesehatan
Top Gainers dan Top Losers
Berikut adalah tiga saham dengan kinerja terbaik (top gainers) pada perdagangan pagi ini:
- PJHB (PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk): 24,85% ke Rp412
- XCLQ (PT Ciptadana Asset Management Tbk): 23,16% ke Rp117
- XDIF (PT Danareksa Investment Management Tbk): 18,80% ke Rp632
Sebaliknya, tiga saham yang masuk dalam daftar pelemah (top losers) adalah:
- BABY (PT Multitrend Indo Tbk): -14,71% ke Rp348
- IPAC (PT Era Graharealty Tbk): -10,00% ke Rp234
- XCIS (PT Ciptadana Asset Management Tbk): -8,86% ke Rp72
Artikel Terkait
Kemenkeu Juarai Turnamen Catur Antar-Emiten dan Kementerian di BEI
Prospek Bank Syariah Cerah di Tengah Tekanan Pasar Modal, Bisnis Emas dan Haji Jadi Motor Pertumbuhan
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Fiskal Domestik dan Ketidakpastian Moneter Global
KWT Mawar 8 di Tangerang Jaga Kualitas Sayur Hidroponik, Utamakan Mutu Dibanding Volume Panen