FLPP Tembus 213.630 Unit, BP Tapera Optimis Kejar Target 350.000 Unit di 2025

- Selasa, 04 November 2025 | 11:48 WIB
FLPP Tembus 213.630 Unit, BP Tapera Optimis Kejar Target 350.000 Unit di 2025

Capaian FLPP KPR Subsidi Tembus 213.630 Unit, BP Tapera Optimis Kejar Target 350.000 Unit

Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi telah mencapai 213.630 unit rumah per 3 November 2025. Nilai penyaluran ini setara dengan Rp 26,51 triliun, yang berarti telah mencapai 61,03% dari target tahun 2025 sebesar 350.000 unit.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyatakan optimisme bahwa target penyaluran 350.000 unit pada akhir tahun 2025 dapat tercapai. Optimisme ini didasarkan pada data permintaan yang masih kuat, dengan ketersediaan 790.653 kavling siap bangun dari pengembang.

Perbandingan dan Proyeksi Penyaluran FLPP

Capain tahun ini menunjukkan peningkatan 17,6% secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 181.619 unit. Heru menargetkan percepatan penyaluran dan memperkirakan angka bisa mencapai 220.000 unit pada akhir minggu ini.

Bank Penyalur FLPP Terbesar

Penyaluran FLPP didukung oleh 39 bank penyalur dan 7.638 pengembang. Berikut adalah peringkat lima besar bank penyalur FLPP berdasarkan unit:

  • Bank BTN: 104.326 unit (48,83%)
  • BTN Syariah: 44.434 unit (20,79%)
  • BRI: 22.709 unit (10,63%)
  • BNI: 10.052 unit (4,70%)
  • Bank Mandiri: 9.340 unit (4,37%)

Wilayah dengan Penyerapan FLPP Tertinggi

Dari sisi geografis, Jawa Barat menjadi provinsi dengan penyaluran FLPP tertinggi, yaitu 48.252 unit (22,58%). Berikut daftar lima besar provinsi:

  • Jawa Barat: 48.252 unit
  • Jawa Tengah: 18.707 unit
  • Sulawesi Selatan: 17.370 unit
  • Banten: 14.094 unit
  • Jawa Timur: 14.001 unit

Pada level kabupaten/kota, Bekasi mencatatkan penyerapan tertinggi dengan 10.992 unit, diikuti oleh Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang.

Update KUR Perumahan: 86 Debitur Telah Cairkan Rp 182,9 Miliar

Di luar FLPP, program KUR Perumahan juga mulai menunjukkan realisasi. Hingga 4 November 2025, tercatat 86 debitur telah melakukan pencairan dana KUR Perumahan dengan total nilai Rp 182,9 miliar.

Rincian pencairan tersebut adalah:

  • Sisi Suplai: 47 debitur (Rp 169,3 miliar)
  • Sisi Demand: 39 debitur (Rp 13,6 miliar)

Selain itu, masih terdapat 31 debitur yang menunggu pencairan dengan total nilai Rp 84,2 miliar. Sektor kontraktor menjadi pelaku usaha terbanyak yang mengakses KUR Perumahan dari sisi suplai.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar