PT TBS Energi Utama (TOBA) Tegaskan Tidak Ikut Proyek Waste to Energy Danantara, Fokus Ekspansi Internasional

- Senin, 03 November 2025 | 15:36 WIB
PT TBS Energi Utama (TOBA) Tegaskan Tidak Ikut Proyek Waste to Energy Danantara, Fokus Ekspansi Internasional

PT TBS Energi Utama (TOBA) Pastikan Tidak Ikut Proyek Waste to Energy Danantara

Chief of Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tidak akan berpartisipasi dalam proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) yang dijalankan oleh Danantara.

Klarifikasi Resmi Manajemen TOBA

Pandu Sjahrir, yang juga mantan Wakil Direktur Utama TOBA, menyatakan bahwa perusahaan telah secara resmi mendeklarasikan tidak akan mengikuti tender atau lelang proyek Waste to Energy milik Danantara. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Coffee Morning Danantara pada Senin (3/11).

Fokus Ekspansi Internasional

TOBA memilih untuk memprioritaskan perluasan peluang ekspansi proyek pengolahan limbahnya ke pasar internasional. Keputusan strategis ini disampaikan oleh manajemen TOBA dalam paparan kinerja kuartal III 2025.

Perkembangan Bisnis Waste Management TOBA

Menurut Mirza Rinaldy Hippy, SVP Corporate Finance and Investor Relations PT TBS Energi Utama, inisiasi bisnis waste management telah dimulai sejak 2018. Perusahaan telah menunjukkan perkembangan signifikan sejak ekspansi ke pasar Asia Tenggara pada 2023 melalui akuisisi Asia Medical Enviro Services (AMES) dan CORA Environment di 2025.

Strategi Ekspansi Regional

TOBA saat ini sedang menjajaki peluang investasi dan akuisisi bisnis hijau di pasar regional, termasuk Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Selain melalui akuisisi, perusahaan juga melakukan ekspansi organik dengan investasi belanja modal untuk penambahan kapasitas pengelolaan dan fasilitas daur ulang di Singapura.

Kinerja Bisnis Pengolahan Limbah

Hingga September 2025, segmen pengelolaan limbah TOBA menghasilkan pendapatan USD 111,92 juta, menyumbang sekitar 39% dari total pendapatan konsolidasi dan 88% dari adjusted EBITDA. CORA Environment di Singapura dan Indonesia mengelola hampir 1 juta ton limbah per tahun, melayani lebih dari 470.000 pelanggan dan ribuan perusahaan.

Anak Perusahaan Pendukung

TOBA didukung oleh beberapa anak perusahaan spesialis pengolahan limbah, termasuk CORA Environment (bekas SembWaste), Asia Medical Enviro Services (AMES) yang telah memproses lebih dari 3.000 ton limbah rumah sakit di Singapura, dan ARAH Environmental yang mengelola lebih dari 6.000 ton limbah rumah sakit dan domestik di Indonesia.

Komentar