Danantara dan SK Plasma Korsel Bangun Pabrik Obat Plasma di Karawang
PT Danantara Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan Korea Selatan, SK Plasma Co. Ltd. dan anak usahanya PT SKPlasma Core Indonesia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan membangun fasilitas produksi obat derivat plasma (PODP) di Karawang, Jawa Barat.
Strategi Kurangi Ketergantungan Impor Obat
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi investasi untuk memperkuat ketahanan nasional. Fokusnya adalah mengurangi ketergantungan terhadap impor, khususnya di sektor layanan kesehatan yang menjadi prioritas utama.
Target Operasional Pabrik Obat Plasma 2026
Fasilitas produksi obat di Karawang ditargetkan akan selesai konstruksi pada tahun 2026. Pabrik ini akan memproduksi PODP (Plasma Derived Medicinal Products) yang sangat penting untuk pengobatan penyakit langka dan kondisi kritis. Saat ini, seluruh kebutuhan PODP di Indonesia masih bergantung pada impor.
Apa Itu Obat Derivatif Plasma (PODP)?
PODP merupakan obat-obatan esensial yang diproduksi dari plasma manusia melalui proses fraksinasi. Terapi ini memegang peranan kritis dalam menangani berbagai penyakit serius dimana pasien seringkali tidak memiliki alternatif pengobatan lain yang efektif.
Transfer Teknologi dan Pelatihan ke Korea
SK Plasma berkomitmen melakukan transfer pengetahuan melalui program pelatihan ke Korea Selatan bagi karyawan lokal. Kolaborasi keahlian teknis SK Plasma dengan investasi Danantara diharapkan dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien dan menyelamatkan nyawa melalui terapi inovatif berstandar global.
Dampak Positif bagi Sistem Kesehatan Nasional
Pandu Sjahrir meyakini bahwa pembangunan fasilitas produksi obat dalam negeri tidak hanya memperkuat sistem kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Investasi ini diperkirakan akan berdampak pada penurunan biaya kesehatan secara keseluruhan.
Fokus Investasi Danantara di Sektor Kesehatan
Danantara menetapkan sektor kesehatan sebagai salah satu dari delapan sektor prioritas investasi. Dalam setahun ke depan, perusahaan akan berfokus pada tiga sektor utama: layanan kesehatan, manufaktur, dan inovasi, termasuk investasi pada fasilitas plasma darah dan infrastruktur kesehatan.
Komitmen SK Plasma untuk Infrastruktur Kesehatan Global
CEO SK Plasma, Ki Seung Joo, menyatakan komitmennya untuk berkontribusi dalam kemajuan infrastruktur kesehatan dunia. Melalui kapabilitas produksi PODP, perusahaan akan bekerja sama erat dengan negara-negara yang membutuhkan pelokalan obat-obatan esensial.
Setelah penandatanganan MoU ini, kedua pihak akan menjajaki investasi lanjutan untuk pengembangan fasilitas fraksionasi plasma di Indonesia melalui PT SKPlasma Core Indonesia.
Artikel Terkait
Wall Street Melemah, Sektor Teknologi Tertekan oleh Kekhawatiran AI dan Data Pasar Tenaga Kerja
OJK Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal, Naikkan Batas Free Float Jadi 15%
IHSG Turun 0,53% ke 8.103,88, Mayoritas Sektor Terkoreksi
Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar Dihantam Sentimen Geopolitik Timur Tengah