Meskipun begitu, jumlah beban pokok pada periode terbaru melonjak tinggi mencapai 1 Miliar USD atau setara Rp15 triliun.
Ada pula berbagai beban lainnya yang nilainya fantastis yang mana jumlah laba sebelum pajak korporasi ini hanya mencapai 5 juta USD atau setara dengan Rp77 miliar.
Setelah dikurangkan lagi dengan beban pajaknya, diketahui perusahaan tambang ini merugi 3,8 juta USD atau setara Rp58 miliar.
Angka tersebut jauh berbeda pada triwulan III pada tahun 2022 dimana keuntungan bersihnya mencapai 70 juta USD atau setara Rp1 triliun.
Baca Juga: Alami Kerugian Besar pada Triwulan III 2023, Utang PT Merdeka Copper Gold Tbk Semakin Membengkak?
Meskipun mengalami kerugian cukup besar, PT Merdeka Copper Gold Tbk memberikan dana pinjaman kepada anak usahanya PT Merdeka Battery Materials Tbk(MBMA) dengan jumlah besar.
PT Merdeka Battery Materials mendapat dana pinjaman sebesar 100 juta USD atau setara Rp1,5 triliun.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: innalar.com
Artikel Terkait
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri