Pasar tenaga kerja AS menutup tahun 2025 dengan sebuah sinyal yang agak membingungkan. Di pekan terakhir tahun itu, klaim tunjangan pengangguran justru menurun. Meski terdengar bagus, angka ini belum bisa dibilang sebagai tanda kebangkitan. Pasalnya, sepanjang tahun, perekrutan tenaga kerja tetap saja lesu.
Data terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, untuk pekan yang berakhir 27 Desember, klaim awal turun 16.000 menjadi 199.000. Angka ini jauh meleset dari prediksi para ekonom yang memperkirakan 220.000 klaim. Laporannya sendiri dirilis lebih cepat karena menyambut libur Tahun Baru. Menariknya, ini adalah angka terendah sejak akhir November.
Namun begitu, jangan buru-buru optimis. Menurut sejumlah saksi, fluktuasi angka di akhir tahun kerap dipengaruhi oleh koreksi musiman yang rumit. Intinya, pasar kerja AS saat ini seperti jalan di tempat: tidak banyak yang dipecat, tapi lowongan baru juga tak kunjung bermunculan.
John Ryding, kepala Penasihat Ekonomi di Brean Capital, punya pandangan serupa.
"Penurunan klaim pengangguran awal menjadi 199.000 pada minggu Natal kemungkinan merupakan distorsi penyesuaian musiman lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan, "Kami belum melihat peningkatan yang signifikan dalam PHK seperti yang ditunjukkan oleh data ini pada tahun 2025. Tingkat klaim rata-rata tahun ini masih 226.100, bandingkan dengan 223.000 pada tahun 2024."
Artikel Terkait
IHSG Pacu Rally ke 9.000, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Trump Incar Kuba dan Kolombia, Apa yang Diincar dari Dua Negara Ini?
Huntara Aceh Tamiang Capai 75 Persen, Siap Huni 336 Warga Terdampak
Medco Energi Suntik Rp 2,4 Miliar untuk Empat Anak Usaha