Segmen pengelolaan limbah kini menyumbang 88% terhadap adjusted EBITDA TOBA. Bisnis ini dijalankan melalui tiga anak usaha: CORA Environment, AMES, dan ARAH Environmental, yang bersama-sama mengelola lebih dari 1 juta ton limbah per tahun.
Perusahaan sedang menyiapkan investasi lebih dari USD 200 juta untuk ekspansi regional dalam lima tahun ke depan, dengan fokus pada pasar Asia Tenggara yang didukung regulasi yang kondusif.
Diversifikasi Bisnis Hijau: Kendaraan Listrik dan EBT
Di sektor kendaraan listrik, Electrum (joint venture TOBA) telah mengoperasikan lebih dari 6.400 motor listrik dengan dukungan 364 stasiun penukaran baterai. Segmen ini melaporkan pendapatan USD 5,84 juta.
Untuk energi terbarukan, TOBA telah mengoperasikan PLTMH Sumber Jaya (6 MW) dan sedang membangun PLTS Terapung Tembesi Batam berkapasitas 46 MWp yang ditargetkan beroperasi pertengahan 2026.
Prospek Ke Depan: Bisnis Lebih Resilien dan Berkelanjutan
Transformasi menuju portofolio hijau membuat kinerja TOBA lebih tahan terhadap volatilitas harga komoditas. "Pilar pengelolaan limbah kini menjadi jangkar profitabilitas baru TBS dengan prospek jangka panjang yang stabil dan sejalan dengan ekonomi hijau," tutup Rafly.
Artikel Terkait
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak
Saham Konglomerat Terjun Bebas, Anjlok Hingga 40% Menjelang Lebaran
Wall Street Ditutup Menguat Meski Kenaikan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen
Serangan ke Pelabuhan Fujairah Picu Lonjakan Harga Minyak dan Ancaman Disrupsi Pasokan Global