GOTO Akhirnya Cetak Laba! Sahamnya Langsung Melesat, Apakah Ini Awal Kebangkitan?

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 17:45 WIB
GOTO Akhirnya Cetak Laba! Sahamnya Langsung Melesat, Apakah Ini Awal Kebangkitan?

Saham GOTO Melesat Usai Cetak Laba Sebelum Pajak Perdana Kuartal III 2025

Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Kamis, 30 Oktober 2025. Momentum positif ini dipicu oleh rilis kinerja keuangan kuartal III-2025 yang mencatatkan laba sebelum pajak untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan.

Kinerja Keuangan dan Reaksi Pasar

Saham GOTO ditutup menguat 7,14% pada level Rp60 per saham dengan volume perdagangan mencapai 1,96 miliar saham. Nilai transaksi saham teknologi ini mencapai Rp621 miliar, menjadikannya salah satu saham paling aktif diperdagangkan di bursa.

Pencapaian Laba Perdana GOTO

Perusahaan berhasil membukukan laba sebelum pajak yang disesuaikan (adjusted pre-tax profit) sebesar Rp62 miliar pada kuartal III-2025. Capaian ini berbalik 180 derajat dari posisi rugi tahun sebelumnya dengan perbaikan Rp728 miliar secara tahunan (yoy).

EBITDA Positif Berkelanjutan

GOTO konsisten mencatatkan EBITDA positif selama empat kuartal berturut-turut sejak kuartal IV-2024. Pada kuartal III-2025, nilai EBITDA mencapai Rp369 miliar, meningkat Rp455 miliar dibanding periode sama tahun lalu. EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp516 miliar dengan akumulasi sembilan bulan pertama 2025 sebesar Rp1,34 triliun.

Revisi Target Keuangan 2025

Berdasarkan kinerja kuat ini, GOTO meningkatkan pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan untuk tahun 2025 dari rentang Rp1,4-Rp1,6 triliun menjadi Rp1,8-Rp1,9 triliun.

Analis Kiwoom Sekuritas: Kenaikan Saham Wajar

Menurut analis Kiwoom Sekuritas Azis, pencapaian laba sebelum pajak dan revisi target yang lebih tinggi menjadi katalis positif bagi valuasi GOTO. "Kenaikan harga saham yang terjadi make sense," tegas Azis.

Kinerja Unit Bisnis GoPay dan Gojek

Kinerja positif merata di seluruh lini bisnis GOTO. GoPay mencatat pertumbuhan kuat dengan pengguna aktif bulanan naik 29% yoy menjadi 24,2 juta. Volume transaksi melampaui 500 juta transaksi per bulan pada September 2025.

Bisnis pinjaman konsumen tumbuh 76% yoy menjadi Rp7,6 triliun dengan target Rp8 triliun di akhir tahun. Sementara bisnis on-demand services (ODS) Gojek menunjukkan peningkatan profitabilitas didukung strategi pengembangan produk dan monetisasi melalui program promo merchant serta pendapatan iklan yang naik 48%.

Prospek dan Potensi Monetisasi

Kombinasi kekuatan GoPay dan Gojek memberikan keunggulan skala ekonomi dalam ekosistem GOTO. Inovasi, efisiensi, dan integrasi menjadi kunci pendorong menuju profitabilitas bottom-line yang berkelanjutan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar