ISSC Beraksi! Minta Impor Baja China & Vietnam Dihentikan, Ini Dampak Mengerikannya

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:06 WIB
ISSC Beraksi! Minta Impor Baja China & Vietnam Dihentikan, Ini Dampak Mengerikannya
Belum ada konten.

Protes Industri Baja Nasional: ISSC Minta Penghentian Impor Baja dari Vietnam dan China

Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Jakarta Timur, pada Selasa (28/10). Aksi ini menuntut penghentian impor konstruksi baja, khususnya dari Vietnam dan China, yang dinilai merugikan industri baja dalam negeri.

Suasana Aksi Massa dan Audiensi dengan Bea Cukai

Sekitar 100 personel industri baja turut serta dalam aksi tersebut. Mereka berkumpul sejak pagi hari di kolong jalan layang Rawamangun sebelum bergerak menuju kantor Bea Cukai. Suasana sempat ramai ketika perwakilan ISSC akhirnya diterima untuk melakukan audiensi dengan pihak DJBC, yang kemudian membuat massa membubarkan diri.

Tuntutan ISSC untuk Lindungi Industri Baja Lokal

Ketua Umum ISSC, Budi Harta Winata, menyampaikan bahwa aksi ini bertujuan meminta Kementerian Keuangan menghentikan impor konstruksi baja jadi. Menurutnya, gempuran impor, terutama dari Vietnam dan China, telah mengganggu iklim usaha dan merugikan industri baja nasional.

Budi menegaskan bahwa ISSC bukan menentang Bea Cukai, justru mendukung langkah Menteri Keuangan dan Dirjen Bea Cukai dalam memberantas praktik impor ilegal. Ia meminta Bea Cukai membantu menjembatani untuk mengetahui pihak mana yang memberikan izin impor barang yang sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri.

Dampak Maraknya Impor Baja terhadap Lapangan Kerja

Maraknya impor baja disebut telah menggerus lapangan kerja bagi tenaga kerja lulusan STM atau SMK, yang selama ini menjadi tulang punggung industri konstruksi baja nasional. Budi menyatakan bahwa derasnya impor telah membuat banyak pelaku usaha kecil dan menengah kehilangan pesanan, sehingga tidak lagi bisa mempekerjakan banyak tenaga kerja terampil.

Data Kapasitas Produksi dan Volume Impor Baja

Budi mengungkapkan, fenomena impor baja ini telah berlangsung sejak 2017. Hingga Juli 2025, total baja konstruksi yang masuk dari Vietnam dan China sudah mencapai 600 ribu ton. Angka ini sangat signifikan mengingat kapasitas produksi dalam negeri hanya sekitar 1 juta ton per tahun. Hal ini berpotensi menghilangkan banyak lapangan kerja di sektor ini.

Kerugian Triliunan Rupiah dan Praktik Predatory Pricing

Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya triliunan rupiah dari sisi industri, tetapi juga merusak rantai pasok yang lebih luas. ISSC menilai masuknya baja konstruksi asing bukan karena kurangnya kapasitas nasional, melainkan akibat praktik predatory pricing, perbedaan aturan antarnegara, dan lemahnya pengawasan impor.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar