AS & Malaysia Guncang Pasar Global: Rahasia Di Balik Kerja Sama Logam Tanah Jarang Senilai Ratusan Miliar!

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:12 WIB
AS & Malaysia Guncang Pasar Global: Rahasia Di Balik Kerja Sama Logam Tanah Jarang Senilai Ratusan Miliar!

Perjanjian Dagang AS-Malaysia: Kerja Sama Logam Tanah Jarang dan Nilai Investasi Ratusan Miliar Dolar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah menandatangani perjanjian dagang bersejarah dan pakta mineral penting pada Minggu (26/10). Kesepakatan strategis ini bertujuan memperkuat hubungan perdagangan di kawasan Asia Tenggara sekaligus merespons kebijakan China yang membatasi akses terhadap logam tanah jarang (rare earth).

Dampak Positif Perjanjian Dagang AS-Malaysia

Menurut Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, Malaysia akan menyesuaikan tarif dan hambatan non-tarif yang diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan bilateral secara signifikan. "Sektor pertanian, teknologi, dan jasa diproyeksikan menjadi penerima manfaat terbesar dari perjanjian ini," ujarnya dalam acara penandatanganan di Kuala Lumpur.

Kerja sama di bidang mineral penting dirancang untuk memastikan perdagangan dan investasi di sektor logam tanah jarang berjalan seoptimal mungkin. Anwar Ibrahim menyebut kesepakatan ini sebagai tonggak sejarah yang akan memperdalam hubungan bilateral melampaui kerja sama ekonomi konvensional.

Komitmen Malaysia dalam Akses Pasar dan Investasi

Malaysia memberikan akses pasar istimewa bagi produk-produk AS meliputi bahan kimia, mesin dan peralatan listrik, logam, kendaraan penumpang, serta ekspor pertanian. Negara tersebut juga berkomitmen menghapus hambatan perdagangan digital, sektor jasa, dan investasi.

Secara khusus, Malaysia tidak akan memberlakukan larangan atau kuota ekspor terhadap mineral penting dan logam tanah jarang ke AS. Pemerintah Malaysia berjanji mempercepat pengembangan sektor mineral melalui kemitraan dengan perusahaan-perusahaan AS, termasuk pemberian izin operasi jangka panjang.

Nilai Investasi dan Kerja Sama Strategis

Kedua negara mengumumkan kesepakatan bisnis antara perusahaan Malaysia dan AS yang mencakup pembelian semikonduktor, komponen dirgantara, dan peralatan pusat data dengan nilai total mencapai USD 150 miliar. Kesepakatan juga termasuk pembelian batu bara dan produk telekomunikasi senilai USD 204,1 juta, serta investasi modal di AS sebesar USD 70 miliar.

Mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS Dan Kritenbrink menyatakan bahwa kesepakatan dengan Malaysia kemungkinan akan menjadi model untuk mendorong kesepakatan serupa di negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Ekspansi Kerja Sama Regional dengan Thailand dan Kamboja

Dalam kunjungan yang sama, Trump juga menghadiri penandatanganan perjanjian antara Thailand dan Kamboja untuk meredakan konflik perbatasan. AS mengumumkan perjanjian dagang dengan Kamboja serta pakta mineral penting dengan Thailand, meskipun yang terakhir masih dalam tahap komitmen awal.

Kunjungan Trump ke tiga negara Asia - Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan - menandai perjalanan pertamanya ke kawasan ini sejak kembali ke Gedung Putih. Rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan akan menjadi penutup rangkaian kunjungan ini.

Implikasi Ekonomi dan Proyeksi Pertumbuhan

Perjanjian dengan Malaysia diharapkan dapat meredakan kekhawatiran terhadap ekspor negara itu ke ekonomi terbesar dunia. Berdasarkan data Perwakilan Dagang AS, nilai perdagangan antara kedua negara mencapai hampir USD 87 miliar tahun lalu, dengan AS mengalami defisit sebesar USD 25 miliar di sektor barang.

Ekonomi Malaysia tumbuh 5,2 persen pada kuartal ketiga tahun ini, melampaui perkiraan analis. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan akan melambat ke kisaran 4 persen hingga 4,5 persen tahun depan, sebelum kembali menguat hingga 4,8 persen di tahun 2025.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar