Trump vs China: Rahasia Di Balik Perang Mineral Tanah Jarang yang Akan Guncang Perekonomian Global

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 12:36 WIB
Trump vs China: Rahasia Di Balik Perang Mineral Tanah Jarang yang Akan Guncang Perekonomian Global

Kunjungan Asia Trump: Fokus pada Kesepakatan Mineral dan Tekanan ke China

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersiap untuk melakukan lawatan penting ke kawasan Asia. Agenda utama kunjungan ini adalah menandatangani berbagai kesepakatan ekonomi dan mineral dengan mitra dagang regional. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap China, terutama menjelang pertemuan puncaknya dengan Presiden China, Xi Jinping.

Mencari Rantai Pasokan yang Lebih Andal

Trump berencana mencari kesepakatan yang dapat membuka akses terhadap sumber daya kawasan. Tujuannya adalah menciptakan rantai pasokan yang lebih andal bagi berbagai industri AS, mendorong pertumbuhan ekonomi global, serta menarik lebih banyak investasi masuk ke Amerika Serikat. Meski demikian, detail spesifik dari bentuk kerja sama yang akan dijajaki belum diungkap secara publik oleh pejabat pemerintah AS.

Agenda Padat: Dari KTT ASEAN hingga Pertemuan dengan Xi Jinping

Lawatan Trump mencakup serangkaian agenda high-level. Ia dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Malaysia, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jepang dan Korea Selatan untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Puncak dari rangkaian kunjungan ini adalah pertemuan bilateral dengan Pemimpin China, Xi Jinping, yang menjadi momen krusial bagi dua ekonomi terbesar dunia untuk meredakan ketegangan perdagangan.

Isu Mineral Tanah Jarang Jadi Fokus Utama

Salah satu topik panas yang akan dibahas adalah isu pasokan mineral tanah jarang. China, yang merupakan produsen dominan mineral kritikal ini, telah memberlakukan pembatasan ekspor. Mineral tanah jarang merupakan komponen vital untuk sektor teknologi tinggi, pertahanan, dan energi hijau. Sebagai respons, Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan hingga 100 persen pada produk China mulai 1 November jika kebijakan pembatasan tersebut tidak dicabut.

Menyiapkan Strategi dan Memperkuat Posisi Tawar

Pemerintah AS tak hanya mengandalkan ancaman tarif. Mereka juga aktif mencari sumber alternatif untuk menambang dan memproses mineral penting guna melindungi industri dalam negeri. Bukti nyatanya adalah kesepakatan senilai $8,5 miliar yang baru saja ditandatangani dengan Australia untuk memperluas akses AS terhadap pasokan mineral kritikal. Menjelang pertemuan dengan Xi, Trump juga memperkuat posisi tawarnya dengan mengumumkan penyelidikan terhadap kepatuhan China pada perjanjian dagang sebelumnya.

Agenda Lain: Kedelai, Fentanil, dan Perang Ukraina

Selain isu mineral, Trump akan mendorong Xi Jinping untuk kembali membeli kedelai AS, bekerja sama dalam penindakan peredaran obat bius fentanil, serta menekan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina. Kedua pemimpin juga akan membahas perpanjangan kesepakatan tarif sementara yang akan berakhir pada November mendatang.

Sebelum bertemu dengan Xi, Trump juga akan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Seoul dilaporkan sedang berupaya menyelesaikan kesepakatan dagang dan investasi baru dengan AS yang bertujuan untuk menurunkan tarif perdagangan antara kedua negara.

Komentar