PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melakukan aksi korporasi dengan menambah modal dua entitas usahanya senilai total Rp972 miliar. Penguatan modal ini dilakukan melalui perusahaan terkendali, PT Serpong Cahaya Harmoni, kepada PT Serpong Cipta Kreasi (SCK) dan PT Variatata.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi penambahan modal PT Summarecon Agung ini dilaksanakan pada 17 Oktober 2025. Rincian suntikan dana menunjukkan alokasi Rp583,3 miliar untuk SCK dan Rp388,9 miliar untuk Variatata.
Strategi ekspansi SMRA ini mendukung pengembangan dua perusahaan patungan (joint venture) baru yang sebelumnya telah dibentuk. Perusahaan patungan tersebut adalah PT Serpong Cahaya Harmoni (SPCH) dan PT Serpong Cipta Lestari (SPCL), yang dirancang khusus untuk mengakuisisi dan mengelola lahan pengembangan proyek properti di kawasan Summarecon Serpong, Tangerang.
Komposisi kepemilikan dalam joint venture ini menunjukkan PT Serpong Cipta Kreasi (SPCK) memegang porsi mayoritas 60%, sementara mitra afiliasi memegang 40%. Struktur kemitraan ini mencakup kolaborasi dengan PT Variatata untuk SPCH dan PT Lestari Kreasi untuk SPCL.
Proyek pengembangan properti Summarecon Agung di Serpong ini mencakup total lahan lebih dari 120 hektare yang akan dikembangkan menjadi hunian dan area komersial. Salah satu transaksi signifikan adalah akuisisi lahan seluas 21,18 hektare oleh SPCL di Desa Cihuni, Tangerang, dengan nilai transaksi mencapai Rp635,64 miliar.
Langkah penambahan modal dan pembentukan joint venture ini memperkuat posisi PT Summarecon Agung Tbk dalam pengembangan properti skala besar di wilayah strategis Tangerang, sekaligus mencerminkan strategi ekspansi perusahaan di sektor real estat Indonesia.
Artikel Terkait
Raharja Energi Cepu Bagikan Dividen Rp122 Miliar, Laba Bersih Tumbuh 8,9% di Tengah Tekanan Pendapatan
Investor Baru Masuk, Cakra Buana Resources Siap Rights Issue Hingga Rp1,9 Triliun
MNC Life Beri Voucher MAP Gratis untuk Pembeli Pertama Polis Asuransi Kesehatan Elite Selama Mei 2026
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz