Antrean iPhone 17 Dongkrak Laba ERAA Akhir 2025, Analis Proyeksi Kenaikan Penjualan
Analis memproyeksikan antrean panjang pembelian iPhone 17 di gerai iBox berpotensi mendongkrak laba PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) pada kuartal IV-2025. Lonjakan minat konsumen dinilai menjadi katalis utama pertumbuhan perusahaan.
Proyeksi Kinerja Kuartal IV-2025 ERAA
Equity Research Analyst Verdhana Sekuritas Indonesia, Jody Indra Wijaya, menyatakan iPhone 17 akan mendorong peningkatan penjualan dan margin ERAA. "ERAA berpotensi memperoleh manfaat dari peningkatan penjualan dan margin yang didorong tingginya permintaan iPhone 17, yang berpotensi mendukung pertumbuhan laba kuat pada kuartal keempat 2025," ujarnya.
Kinerja Kuartal III Tunjukkan Perbaikan
Kinerja ERAA menunjukkan tanda perbaikan pada kuartal ketiga 2025. Pertumbuhan Same Store Sales Growth (SSSG) per Agustus 2025 tercatat minus 1,5 persen secara tahunan, membaik dibandingkan minus 3,1 persen pada paruh pertama tahun ini.
Momentum Historis Kuartal IV
Jody menjelaskan kuartal ketiga biasanya menjadi periode lebih tenang bagi ERAA. Momentum kuat secara historis baru terjadi pada kuartal keempat, terutama didorong peluncuran produk iPhone baru yang meningkatkan penjualan dan margin perusahaan.
Lisensi Impor iPhone Hingga 2026
"Survei kami di industri mengindikasikan Apple telah mengamankan lisensi impor seri iPhone hingga tahun depan. Kami memperkirakan ERAA akan membukukan pertumbuhan laba paling kuat di antara peritel non-pokok pada kuartal IV-2025," kata Jody.
Ekspansi Bisnis Gaya Hidup Melalui ERAL
ERAA juga memperluas lini bisnis gaya hidup melalui anak usahanya, PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL). Langkah terbaru termasuk peluncuran flagship dealer mobil listrik XPENG di Pondok Indah pada 16 Oktober 2025.
Artikel Terkait
Raharja Energi Cepu Bagikan Dividen Rp122 Miliar, Laba Bersih Tumbuh 8,9% di Tengah Tekanan Pendapatan
Investor Baru Masuk, Cakra Buana Resources Siap Rights Issue Hingga Rp1,9 Triliun
MNC Life Beri Voucher MAP Gratis untuk Pembeli Pertama Polis Asuransi Kesehatan Elite Selama Mei 2026
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz