Lapor Pajak & Bea Cukai Lebih Cepat? Ini Nomor Resmi Pak Purbaya!

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 08:56 WIB
Lapor Pajak & Bea Cukai Lebih Cepat? Ini Nomor Resmi Pak Purbaya!
Lapor Pak Purbaya: Nomor WA dan 5 Aduan Prioritas Bea Cukai & Pajak

Lapor Pak Purbaya: Nomor WA Resmi dan 5 Aduan Prioritas Bea Cukai & Pajak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi meluncurkan kanal aduan bernama Lapor Pak Purbaya. Masyarakat yang mengalami kendala atau memiliki keluhan seputar perpajakan dan bea cukai kini dapat melapor langsung melalui layanan WhatsApp.

Nomor WA Lapor Pak Purbaya

Kanal aduan ini dapat diakses hanya melalui WhatsApp (WA) di nomor 082240406600. Dalam pengaduannya, masyarakat diwajibkan mencantumkan nama lengkap dan alamat email (surel) untuk keperluan verifikasi.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Keuangan untuk meningkatkan integritas, transparansi, dan memastikan setiap aspirasi masyarakat dapat didengar langsung oleh pimpinan.

Respons Cepat: Ribuan Aduan Masuk dalam 2 Hari

Layanan yang beroperasi penuh sejak 15 Oktober 2025 ini langsung mendapatkan respons tinggi. Hanya dalam dua hari, tercatat 15.933 aduan masuk hingga 17 Oktober 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.648 laporan telah selesai diverifikasi, dengan rincian 189 aduan dan 2.459 non-aduan (seperti ucapan selamat). Sebanyak 13.285 laporan lainnya masih dalam proses verifikasi.

5 Aduan Prioritas yang Segera Ditindaklanjuti

Berikut adalah lima laporan prioritas yang diungkapkan langsung oleh Menkeu Purbaya dan sedang menjadi fokus penindaklanjutan:

1. Pegawai Bea Cukai Nongkrong di Starbucks

Seorang pelapor melaporkan adanya oknum pegawai Bea Cukai yang diduga menyalahgunakan seragam dinas untuk urusan bisnis pribadi dengan 'nongkrong' seharian di Starbucks. Menkeu Purbaya menegaskan akan memecat pegawai yang tertangkap basah melakukan hal ini mulai Senin pekan depan.

2. Penjualan Pita Cukai Rokok Ilegal di Madura

Terungkap praktik penjualan pita cukai rokok ilegal secara besar-besaran di Madura. Purbaya menyatakan kanal pengaduan ini sengaja dibuat untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan menjadi sarana 'crowd reporting'.

3. Premanisme di KPP Pratama Tangerang

Muncul laporan dugaan tindakan premanisme yang dilakukan oleh oknum aparat pajak di sebuah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di kawasan Tangerang. Menkeu akan segera mengecek kebenaran laporan ini.

4. Dugaan Pungli terhadap Importir

Seorang importir melaporkan proses pemeriksaan fisik dan dokumen yang berbelit-belit serta pengenaan denda yang tidak jelas alasannya selama 1-2 tahun terakhir. Laporan ini dijanjikan akan segera ditindaklanjuti.

5. Pembiaran Cukong Rokok Ilegal di Karimun

Laporan dari warga Karimun, Kepulauan Riau, menyoroti penindakan rokok ilegal yang dianggap tebang pilih. Otoritas disebut hanya menindak warung kecil, bukan distributor atau cukong utamanya. Menkeu telah membentuk tim ahli untuk membongkar jaringan dan memproses para cukong tersebut.

Jaminan Kerahasiaan Pelapor

Menkeu Purbaya memberikan jaminan keamanan dan kerahasiaan identitas pelapor. Ia menegaskan bahwa akses ke data WhatsApp aduan tidak dapat diakses oleh pegawai Bea Cukai dan pajak, untuk mencegah kebocoran dan membangun corporate culture yang baru.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar