Ratusan Warga Takalar Rusak Pagar Kantor Bupati, Tolak Pembangunan Kawasan Industri Laikang

- Rabu, 29 April 2026 | 11:15 WIB
Ratusan Warga Takalar Rusak Pagar Kantor Bupati, Tolak Pembangunan Kawasan Industri Laikang

TAKALAR Ratusan warga memadati depan Kantor Bupati Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (28/4/2026). Awalnya, mereka datang dengan orasi. Tapi, tak lama kemudian, suasana berubah jadi panas. Massa yang menolak rencana pembangunan kawasan industri itu akhirnya merobohkan pagar dan menerobos masuk ke area kantor. Ricuh pun tak terhindarkan.

Mereka tergabung dalam Aliansi Pemuda Masyarakat Laikang. Kekecewaan sudah memuncak. Bupati Takalar, Mohammad Firdaus, tak kunjung menemui mereka meski aksi orasi sudah berlangsung berjam-jam. Itulah yang memicu kemarahan. Pagar kantor pun dijebol, dan sebagian massa berusaha masuk hingga ke ruang kerja bupati.

Aparat keamanan sempat berusaha menghalau. Tapi, laju massa sulit dibendung. Di sisi lain, tuntutan mereka sebenarnya sudah jelas sejak awal: pemerintah daerah harus membatalkan rencana pembangunan kawasan industri di Desa Laikang. Menurut para pengunjuk rasa, proyek itu mengancam mata pencaharian mereka, terutama petani rumput laut.

Nasrun, salah satu demonstran, bicara dengan nada tinggi saat ditemui di lokasi. Katanya, tindakan menerobos itu bukan tanpa sebab.

“Kenapa kami menerobos karena ini adalah kemarahan masyarakat,” ujarnya singkat.

Namun begitu, dari pihak DPRD Kabupaten Takalar, ada nada yang sedikit berbeda. Mereka bilang, rencana pembangunan itu sebenarnya belum final. Masih dalam tahap pembahasan di tingkat dewan. Anggota Komisi I DPRD Takalar, Ahmad Nyengka, menegaskan hal itu.

“Harapan kami kepada teman-teman aksi agar tetap mengawal tapi tetap tertib,” katanya.

Sebelumnya, warga Desa Laikang memang sudah beberapa kali menggelar aksi serupa. Penolakan terhadap proyek itu bukan barang baru. Dan kali ini, mereka mengancam akan kembali turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar kalau tuntutan mereka tidak juga digubris. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang jelas, suhu politik di Takalar sedang memanas.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar