Rizal Ramli adalah lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada 1978, Rizal Ramli ikut dalam gerakan menentang pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden yang menyebabkan dirinya dipenjara selama 18 bulan. Rizal memperoleh gelar doktor dari Boston University dan mendirikan Econit (1992), sebuah lembaga pengkajian ekonomi.
Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menunjuk Rizal Ramli menjadi kepala Bulog pada tahun 2000. Rizal hanya 6 bulan menduduki kursi itu, seterusnya ia diangkat menjadi menteri perekonomian.
Rizal Ramli kembali menjadi menteri adalah saat dirinya diangkat Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya di tahun 2015 dan menjabat hingga tahun 2016.
Baca Juga: Mengapa Babinsa Data Warga Cilincing Setelah Didatangi Prabowo?
Ganjar Pranowo, capres nomor tiga menyatakan duka cita. "Innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita atas meninggalnya Dr Rizal Ramli, salah satu ekonom istimewa," ungkap Ganjar lewat akun X resminya.
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri ikut berbelasungkawa. "Innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita atas meninggalnya senior saya Dr. Rizal Ramli," kicaunya di akun X (Twitter), Selasa (2/1/2024).
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: setiafakta.com
Artikel Terkait
Pinjol Tembus Rp 94,85 Triliun, Gen Z dan Milenial Paling Rentan Gagal Bayar
Trump Panggil Raksasa Minyak, Tawarkan Venezuela dengan Garansi 100 Miliar Dolar
MIND ID dan Pertamina Pacu Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera