Agrinas Palma Nusantara Diversifikasi ke Kedelai, Singkong, dan Jagung demi Swasembada Pangan dan Energi

- Senin, 06 Juli 2026 | 12:54 WIB
Agrinas Palma Nusantara Diversifikasi ke Kedelai, Singkong, dan Jagung demi Swasembada Pangan dan Energi

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mendapat penugasan baru untuk menanam kedelai, singkong, dan jagung di samping kelapa sawit yang selama ini menjadi komoditas utama. Langkah ini diambil untuk mendukung program swasembada pangan dan energi nasional.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Abdul Ghani, mengungkapkan bahwa penanaman kedelai dan jagung difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Sementara itu, singkong akan diarahkan untuk produksi etanol sebagai bagian dari swasembada energi.

“Kemudian kami juga mengembangkan tanaman kedelai 400 ribu hektare. Kemudian singkong yang kita akan gunakan untuk etanol 300 ribu hektare, dan jagung 250 ribu hektare,” kata Ghani dalam rapat kerja Komisi VI dengan Agrinas Palma di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (6/7).

Dalam paparannya, Agrinas Palma menargetkan pengelolaan lahan kedelai seluas 450 ribu hektare dengan produksi 1,2 juta ton. Lahan singkong seluas 300 ribu hektare ditargetkan menghasilkan 7,5 juta ton, dan lahan jagung 250 ribu hektare dengan produksi 2,5 juta ton. Seluruh target tersebut direncanakan tercapai pada tahun 2030.

Bidik Produksi Biodiesel dan Bioetanol

Ghani menjelaskan, pada 2030 Agrinas Palma menargetkan produksi 600 ribu ton biodiesel yang dapat memenuhi 2 hingga 5 persen kebutuhan dalam skenario B50. Untuk bioetanol, perusahaan membidik produksi 185 ribu kiloliter yang diperkirakan menyumbang 15–20 persen kebutuhan dalam skenario E10.

Untuk mencapai target itu, Agrinas Palma akan mereaktivasi pabrik biodiesel dan membangun pabrik bioetanol. “Kami akan mengaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau 600 ribu hektare. Mudah-mudahan akhir tahun depan sudah bisa berproduksi, karena ini sebenarnya reaktivasi saja. Kemudian kami juga akan membangun pabrik yang mengolah singkong jadi bioetanol, pada tahun 2030 kapasitas produksinya (ditarget) 185 ribu,” ujarnya.

Di sektor kelapa sawit, Agrinas Palma ditugaskan memperluas kebun seluas 400 ribu hektare dengan total produksi CPO ditargetkan mencapai 1,8 juta ton dan minyak goreng 174 ribu ton.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags