Harga Emas Global Terkoreksi, Prospek Industri Tetap Solid

- Senin, 06 Juli 2026 | 12:50 WIB
Harga Emas Global Terkoreksi, Prospek Industri Tetap Solid

Setelah menembus rekor tertinggi di awal tahun, harga emas global memasuki fase konsolidasi dan terkoreksi sepanjang Juni 2026. Meski rata-rata harga emas dunia turun sekitar 8 persen dibanding bulan sebelumnya, harga emas dalam denominasi rupiah masih mencatat kenaikan 5,5 persen secara tahun berjalan, didorong pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Direktur Investor Relations PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), Thendra Crisnanda, menilai penurunan ini merupakan dinamika pasar yang wajar. Ia menegaskan fundamental permintaan emas masih solid.

"Koreksi harga emas merupakan bagian dari dinamika pasar yang dipengaruhi berbagai faktor global. Namun kami melihat fundamental permintaan emas masih tetap kuat, didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menabung emas serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia. Karena itu, kami tetap optimistis terhadap prospek industri emas dalam jangka panjang," ujar Thendra dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).

Fluktuasi harga logam mulia saat ini dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari lanskap global, keputusan bank sentral AS (The Fed) mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer) mendorong penguatan dolar AS, yang menekan harga emas. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara AS dan Iran serta volatilitas harga minyak turut memperkeruh ketidakpastian pasar. Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen melalui kebijakan off-cycle guna membentengi nilai tukar rupiah.

Meski demikian, tren akumulasi cadangan emas oleh bank sentral global diproyeksikan menjadi bantalan kuat bagi harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Merespons kondisi tersebut, HRTA memilih fokus memperkokoh fundamental internal melalui penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), manajemen risiko, dan kepatuhan regulasi pada seluruh rantai pasok secara transparan guna menjaga kepercayaan pemegang saham.

Optimisme manajemen HRTA sejalan dengan hasil riset analis pasar modal. Analis BCA Sekuritas, Jesselyn, menilai koreksi harga emas saat ini hanya bersifat temporer dan tidak mengubah prospek permintaan jangka panjang, terutama fungsi emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

"Meski harga emas sempat terkoreksi, kami melihat ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi yang masih berlanjut akan terus menopang permintaan emas, terutama sebagai aset lindung nilai. Sejalan dengan itu, kami tetap memiliki pandangan positif terhadap prospek permintaan produk emas batangan HRTA pada tahun ini," papar Jesselyn.

Vera, Equity Research Analyst BNI Sekuritas, menambahkan bahwa penurunan harga saat ini lebih disebabkan penyesuaian likuiditas jangka pendek akibat lonjakan yield obligasi AS. Secara historis, kinerja penjualan HRTA tetap tumbuh positif bahkan saat harga emas terkoreksi tajam pada 2022.

"Secara historis, volume penjualan emas HRTA tetap bertumbuh bahkan ketika harga emas mengalami koreksi pada 2022. Ke depan, kami melihat perubahan pola konsumsi masyarakat dari perhiasan menuju emas batangan sebagai instrumen menabung, serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia, akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan HRTA," jelas Vera.

Hal itu tercermin pada laporan keuangan perusahaan. Sepanjang kuartal I 2026, HRTA membukukan lonjakan pendapatan 196,96 persen secara tahunan, diiringi pertumbuhan laba bersih 189,48 persen. Keberhasilan ini ditopang kenaikan volume penjualan emas murni yang melesat 75,18 persen.

Berkat performa tersebut, HRTA meraih penghargaan Jewellery Retailer of the Year 2026 dari Retail Asia. Posisi perusahaan di kancah regional juga melompat 115 peringkat dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 2026, dari posisi 244 ke peringkat 129 sebagai salah satu korporasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Untuk memperkuat ekosistem pasar, HRTA terus memperluas jaringan kolaborasi, termasuk menjalin kemitraan strategis dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam penyediaan layanan transaksi perbankan, pengelolaan kas, dan optimalisasi layanan pelanggan.

"Kami percaya kebutuhan masyarakat terhadap emas akan terus bertumbuh seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Oleh karena itu, kami akan terus menghadirkan berbagai inovasi agar masyarakat dapat mengakses produk emas dengan lebih mudah, aman, dan nyaman," tutup Thendra.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags