PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dinilai berada di jalur yang tepat dalam menjalankan transformasi bisnis. Dukungan spektrum tambahan diyakini akan memperkuat ekspansi layanan 5G sekaligus meningkatkan daya saing perseroan di pasar telekomunikasi Indonesia.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Etta Rusdiana Putra, mengatakan strategi ekspansi 5G yang dilakukan secara bertahap dari satu kota ke kota lain memberi ruang bagi XLSmart untuk memperkuat posisinya di tengah meningkatnya kebutuhan layanan data. Menurut dia, adopsi teknologi 5G juga akan meningkatkan efisiensi operasional karena mampu menekan biaya per gigabyte.
Maybank Sekuritas menilai transformasi struktural yang dijalankan XLSmart menjadi salah satu daya tarik utama perseroan. Selain itu, dukungan jaringan backbone internasional dan domestik dari para pemegang saham pengendali dinilai menjadi keunggulan yang dapat memperkuat pengembangan bisnis ke depan.
Meski demikian, Maybank Sekuritas menurunkan target harga saham XLSmart menjadi Rp3.600 per unit dari sebelumnya Rp4.100. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk mencerminkan pembaruan periode valuasi. Kendati target harga dipangkas, Maybank Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli atas EXCL.
Di pasar reguler, Jumat (3/7), pukul 09.34 WIB, saham EXCL diperdagangkan di level Rp2.490 per unit, menguat 2,90 persen secara harian. Namun, sepanjang 2026, saham EXCL jatuh 33,87 persen, mengikuti penurunan pasar secara luas.
Sebelumnya, EXCL memutuskan tidak membagikan dividen tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Direktur & Chief Financial Officer XLSMART, Antony Susilo, mengatakan absennya perseroan dalam pembagian dividen lantaran perusahaan masih mencatatkan pembukuan rugi pada tahun buku 2025. XLSMART mencatatkan kerugian Rp4,4 triliun pada tahun buku 2025, jauh lebih besar dibandingkan kerugian pada sembilan bulan pertama 2025 yang sekitar Rp2,6 triliun.
"Kita tahu bahwa di peraturan perundangan itu bahwa kalau perusahaan mengalami kerugian maka perusahaan tersebut tidak boleh memberikan dividen. Nah di tahun 2025, XLSMART itu di bukunya mencatatkan kerugian, makanya tahun 2026 ini kita tidak bisa memberikan dividen," ujarnya dalam konferensi pers RUPST EXCL di Jakarta, Rabu (20/5).
Artikel Terkait
Mulai Juli 2026, Registrasi SIM Baru Wajib Verifikasi Wajah