Harga minyak mentah ambles pada Jumat (26/5), menghapus hampir seluruh keuntungan yang terakumulasi selama ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, yang meredakan kekhawatiran pasokan. Investor kini memperkirakan pasar akan kelebihan pasokan karena ekspor dari Teluk Persia mulai pulih.
Minyak mentah Brent tercatat turun 4,3 persen menjadi USD 71,99 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 3,7 persen dan ditutup pada harga USD 69,23 per barel.
Batu Bara dan Nikel Tertekan
Harga batu bara juga ikut merosot. Kontrak batu bara ICE Newcastle untuk pengiriman Juli 2026 ditutup turun 1,95 persen menjadi USD 126 per ton. Sementara itu, harga nikel di London Metal Exchange (LME) melemah 0,74 persen ke level USD 16.699 per ton.
CPO dan Timah Menguat Tipis
Di sisi lain, harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) mencatat kenaikan tipis 0,24 persen menjadi MYR 4.568 per ton. Harga timah juga menguat 0,34 persen dan menetap di USD 50.553 per ton di LME.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Hijau, Rupiah Menguat ke Rp 17.922 per Dolar AS
IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Cermati Rekomendasi Saham BBRI, TLKM, dan AADI
IHSG Diprediksi Sideways di Rentang 5.850-6.000, Enam Saham Ini Direkomendasikan
Harga Minyak Tertekan, Brent Berpotensi Uji Level USD65