IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Cermati Rekomendasi Saham BBRI, TLKM, dan AADI

- Senin, 29 Juni 2026 | 08:25 WIB
IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Cermati Rekomendasi Saham BBRI, TLKM, dan AADI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tren penurunan jangka menengah pada pekan ini, meskipun sempat memantul dari level terendah 5.318 ke 6.377. Analis menilai rebound tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan arah.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari mengatakan, belum terbentuknya break of structure di atas area swing high sebelumnya serta posisi penutupan yang masih di bawah MA5, MA10, dan MA20 menjadi indikasi bahwa tren turun masih berlanjut.

“Pelemahan histogram positif MACD dan Stochastic RSI yang mulai bergerak di area pivot mengindikasikan momentum penguatan mulai terbatas, sehingga IHSG berpeluang menguji area support 5.700–5.800 pada pekan ini,” ujar Brigita dalam risetnya, Senin (29/6/2026).

Menurut dia, selama support tersebut mampu dipertahankan, pergerakan indeks diperkirakan masih akan berkonsolidasi dalam kisaran 5.500–6.400. Konfirmasi pembalikan tren menjadi bullish baru akan terbentuk apabila IHSG mampu menutup perdagangan mingguan di atas level 6.452. Setiap penguatan sebelum level tersebut tercapai masih dikategorikan sebagai relief rally.

Brigita juga memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan sepekan ini, 29 Juni hingga 3 Juli 2026.

Rekomendasi Saham

Saham BBRI direkomendasikan buy dengan entry di kisaran 2.830–2.850, target price 3.030, dan stop loss 2.740. Secara teknikal, pergerakan jangka pendek BBRI menunjukkan struktur yang solid setelah berhasil bertahan tepat di atas area EMA5. Indikator LADI mendeteksi adanya akumulasi, sementara data broker summary per 26 Juni 2026 mencatat aksi akumulasi asing yang masif mencapai Rp75,1 miliar.

Untuk TLKM, rekomendasi buy dengan entry 2.480, target price 2.760, dan stop loss 2.340. Saham ini memperlihatkan sinyal pembalikan arah yang cukup kuat. Candlestick harian terakhir ditutup membentuk pola Hammer di area krusial, divalidasi oleh kemunculan sinyal Bullish Divergence pada indikator MACD.

Saham AADI juga direkomendasikan buy dengan entry 8.050, target price 8.700, dan stop loss 7.750. Pergerakan jangka pendek AADI menunjukkan struktur yang atraktif setelah berhasil bertahan di atas area EMA5, membuka peluang breakout dari fase konsolidasi.

Selain saham individual, Brigita merekomendasikan reksa dana saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). Instrumen ini menawarkan strategi income investing yang efisien melalui eksposur ke 20 saham dengan dividend yield tinggi dan fundamental solid.

“Di tengah pasar yang masih berfluktuasi, XIHD dapat menjadi alternatif investasi bagi investor yang menginginkan kombinasi potensi pendapatan dividen yang stabil serta peluang capital gain tanpa perlu melakukan stock picking secara individual,” kata Brigita.

Dominasi sektor perbankan dengan bobot sekitar 45,6 persen berpotensi mendukung kinerja XIHD apabila prospek suku bunga dan margin perbankan tetap terjaga. Dengan karakteristik tersebut, XIHD layak dipertimbangkan untuk menghadapi kondisi pasar yang volatil.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags