Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 26 Juta, IHSG Justru Terkoreksi 6,6% dalam Sepekan

- Minggu, 26 April 2026 | 20:20 WIB
Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 26 Juta, IHSG Justru Terkoreksi 6,6% dalam Sepekan

IDXChannel – Angka investor pasar modal di Indonesia terus meroket. Per 24 April 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total 26.121.311 single investor identification (SID). Itu naik 28,37 persen dibanding tahun lalu. Sepanjang tahun ini saja, ada tambahan 5.773.486 investor baru. Rata-rata, sekitar 50.645 SID baru tercatat setiap hari. Bayangkan, itu hampir seisi stadion sepak bola penuh setiap harinya. Minat masyarakat terhadap investasi saham dan produk pasar modal lainnya jelas sedang tinggi-tingginya. Nah, kalau bicara soal investor saham, jumlahnya juga ikut terdongkrak. Tercatat 9.523.625 SID, tumbuh 10,69 persen secara year-to-date. Penambahan investor saham baru mencapai 919.448 SID, dengan rata-rata harian 8.065 SID. Artinya, meski pasar sempat bergejolak, orang-orang tetap ramai-ramai membuka rekening. Namun begitu, kinerja perdagangan pekan lalu tepatnya 20-24 April 2026 menunjukkan gambaran yang agak campur aduk. Volume transaksi harian naik 4,44 persen jadi 44,88 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi juga meningkat tipis 1,09 persen, menjadi 2,75 juta kali sehari. Tapi anehnya, nilai transaksi harian malah turun 3,67 persen ke Rp19,61 triliun. Di sisi lain, kapitalisasi pasar BEI justru jeblok. Turun 6,59 persen menjadi Rp12.736 triliun dari sebelumnya Rp13.635 triliun. IHSG? Ikut terperosok. Dalam sepekan, indeks ambles 6,61 persen dan ditutup di level 7.129,490. Padahal pekan sebelumnya masih bertengger di 7.643,004. Menurut sejumlah pengamat, tekanan ini tidak lepas dari aksi jual investor asing. Secara kumulatif, nilai jual bersih mereka sudah mencapai Rp42,809 triliun sepanjang 2026. Angka yang lumayan bikin pasar deg-degan. (DESI ANGRIANI)

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar