Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Modal, BI Catat Pemulihan di Kuartal II-2026

- Rabu, 22 April 2026 | 19:40 WIB
Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Modal, BI Catat Pemulihan di Kuartal II-2026

Ketegangan di Timur Tengah, yang kini memanas jadi konflik bersenjata, ternyata tak cuma jadi berita utama di media. Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, mengungkapkan gelombang ketidakpastian dari kawasan itu turut terasa hingga ke pasar keuangan dalam negeri. Dampaknya, transaksi modal dan finansial kita ikut bergejolak.

Fakta di lapangan cukup jelas. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat ada arus keluar bersih atau net outflows modal asing yang mencapai 1,7 miliar dolar AS. Angka itu tak main-main. Namun begitu, situasi mulai berbalik di awal kuartal kedua tahun ini.

"Pada awal kuartal II-2026, tepatnya hingga 20 April, aliran modal justru mencatat net inflows sebesar 1,9 miliar dolar AS," jelas Perry dalam Rapat Dewan Gubernur BI edisi April, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, pemulihan ini terutama ditopang oleh minat investor asing pada dua instrumen: Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN). "Imbal hasil yang menarik dari kedua instrumen itu jadi pendorong utamanya," tambahnya.

Di sisi lain, posisi cadangan devisa kita masih terbilang kuat. Pada akhir Maret lalu, angkanya bertengger di 148,2 miliar dolar AS. Cukup untuk membiayai impor selama 6 bulan, atau sekitar 5,8 bulan jika digabung dengan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Yang penting, posisi ini jauh di atas standar kecukupan internasional yang hanya mensyaratkan 3 bulan impor.

Meski ada angin segar dari masuknya modal, Perry menekankan bahwa langkah ke depan harus tetap waspada. Sinergi kebijakan untuk memperkuat neraca pembayaran, ujarnya, mutlak perlu ditingkatkan. Tujuannya jelas: menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia di tengah badai ketidakpastian global yang dipicu perang tersebut.

"Bank Indonesia memprakirakan defisit transaksi berjalan tahun 2026 akan berada dalam kisaran 1,3 persen sampai 0,5 persen dari Produk Domestik Bruto," pungkas Perry.

Jadi, narasinya adalah tentang ketahanan. Ada tekanan, ada respons, dan ada upaya untuk tetap bertahan di tengah gejolak yang sepenuhnya berasal dari luar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar