Kemudian HRTA, dengan rekomendasi "Buy on Weakness". Meski naik 2,82% ke Rp 2.550, pergerakannya masih terbentang MA60. Targetnya cukup menjanjikan, di Rp 2.760 dan Rp 2.900. Stoploss-nya ditaruh di bawah Rp 2.450.
Saham NICL juga masuk dalam radar. Dengan rekomendasi "Buy on Weakness" serupa, saham yang naik 3,19% ini ditargetkan bisa mencapai Rp 1.010 hingga Rp 1.060. Batas amannya di bawah Rp 880.
Terakhir, TINS yang catatannya cukup mentereng dengan kenaikan 7,05% ke Rp 3.950. Volume beli masih dominan. Untuk saham ini, rekomendasi beli di kisaran Rp 3.780-3.910 dengan target Rp 4.110 dan Rp 4.260. Stoploss ditetapkan di bawah Rp 3.670.
Semua analisis dan proyeksi ini, seperti biasa, memberikan peta bagi investor. Tapi ingat, pasar saham selalu penuh kejutan. Semua data di atas bisa jadi bahan pertimbangan, tapi keputusan akhir tetap di tangan Anda.
Artikel Terkait
BBRI Pertahankan Posisi Puncak Saham dengan Investor Terbanyak di Maret 2026
Matahari Patok Dividen Rp250 per Saham, Yield Capai 13%
IHSG Menguat Tipis 0,44% di Tengah Aksi Jual-Beli Aktif
Saham Zatta Jaya Melonjak 19% di Tengah Sorotan Kasus dan Notasi L