Lalu, apa sih tujuannya? Dari penjelasan mereka, ada beberapa hal. Pertama, untuk kelola modal dengan lebih fleksibel. Kemudian, buat genjot likuiditas saham ASLC di pasar. Yang tak kalah penting, langkah ini diharapkan bisa memberi imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham dan tentunya, bangun kepercayaan investor.
Nah, ada satu hal lagi yang menarik. Rupanya, buyback ini terkait erat dengan program internal perusahaan, yaitu Management and Employee Stock Option Program (MESOP). Jadi, saham-saham yang berhasil dibeli kembali itu nantinya berpotensi dialihkan untuk kepentingan manajemen dan karyawan. Semacam insentif, lah.
Sebelum eksekusi, tentu perlu persetujuan pemegang saham dulu. Untuk itu, Autopedia telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 19 Mei 2026 mendatang. Jika disetujui dalam forum itu, maka buyback bisa dimulai esok harinya.
Yang patut dicatat, ini bukan program buyback pertama mereka. Saat ini pun Autopedia masih menjalankan buyback lain dengan alokasi dana lebih besar, Rp50 miliar, yang masa berlakunya baru habis pada Juni 2026. Jadi, rencana senilai Rp20 miliar ini akan berjalan berbarengan, sekaligus untuk menyiapkan sekitar 12,98 juta lembar saham treasuri yang dialokasikan khusus untuk program MESOP tadi.
Semua langkah ini, tampaknya, adalah bagian dari strategi jangka panjang Autopedia untuk mengelola struktur kepemilikannya sambil menjaga semangat para penggerak internal perusahaan.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Data Inflasi AS
MCOL Dirikan Anak Usaha Rp18,75 Miliar untuk Garap Bisnis Data dan TI
Pemerintah Hapus 11.014 Nama dari Daftar Penerima Bansos Mulai April 2026
IHSG Menguat Tipis 0,46% di Sesi Pagi, Volume Transaksi Tembus Rp10 Triliun