Pasar saham Indonesia pekan lalu ditutup dengan catatan hijau yang cukup menggembirakan. IHSG meroket lebih dari 6 persen, menembus level 7.458. Volume dan nilai transaksi harian pun ikut naik signifikan, menandakan sentimen yang cukup panas di bursa.
Tapi di balik tren positif itu, ada cerita lain yang tersembunyi. Sejumlah saham justru terperosok dalam dan tercatat sebagai "top losers" untuk periode 6-10 April 2026. Mereka ini seperti penumpang yang terlempar dari kereta yang sedang melaju kencang.
Yang paling terpukul adalah PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM). Saham emiten bahan kimia untuk tekstil itu anjlok tajam, kehilangan hampir 28,5 persen dari nilainya dan terparkir di harga Rp982.
Data BEI per Sabtu (11/4) menunjukkan, CHEM tidak sendirian. Setidaknya ada sembilan saham lain yang ikut merasakan tekanan jual yang cukup berat. Penurunan mereka bervariasi, mulai dari yang masih di atas 20 persen hingga yang sekitar 10 persen.
Berikut daftar lengkapnya:
PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menyusut 20,99 persen ke Rp7.153.
PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) melemah 16,67 persen ke Rp504.
PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) tergelincir 14,29 persen ke Rp845.
Artikel Terkait
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi
Harga Emas Antam Naik Tipis, Buyback Melonjak Lebih Signifikan
IHSG Melonjak 6,14%, Saham TRUK Pacu Kenaikan 106%