Dengan transaksi itu, kepemilikan saham IPE kini terbagi. BIPI memegang 20 persen, sementara sisanya sebesar 80 persen masih dipegang kuat oleh OASA. Artinya, OASA tetap menjadi pengendali utama di balik PT Indoplas Energi Hijau.
Lalu, seperti apa proyeknya? PSEL Tangsel ini akan dikerjakan dengan skema Build-Operate-Transfer (BOT) selama tiga dekade penuh. Rencananya, konstruksi fisik bakal dimulai awal tahun 2026 dan ditargetkan selesai dalam kurun tiga tahun. Fasilitas ini didesain untuk menelan 1.100 ton sampah setiap harinya angka yang cukup fantastis.
Untuk mengolah gunungan sampah itu, akan digunakan teknologi insinerator bernama Moving Grate Incinerator (MGI). Teknologi ini disebut lebih modern dan tentu saja ramah lingkungan. Dari proses pembakaran terkontrol itu, diharapkan bisa dihasilkan listrik hingga 23,5 megawatt.
Di sisi lain, pasar tampaknya merespons positif kolaborasi strategis ini. Pada penutupan perdagangan, saham OASA melonjak tajam 24,4 persen ke level Rp306. Sementara saham BIPI juga tak ketinggalan, menguat 13,3 persen ke posisi Rp238. Sebuah kenaikan yang cukup signifikan dan mencerminkan optimisme investor.
Artikel Terkait
AISA Rencanakan Kuasi Reorganisasi untuk Hapus Akumulasi Kerugian Rp2,7 Triliun
Wall Street Melonjak Usai Gencatan Senjata AS-Iran-Israel, Harga Minyak Anjlok
OJK Ingatkan Galbay dari Pinjol Rusak Masa Depan Keuangan
ELPI Cairkan Dividen Rp126 Miliar, Naik Signifikan dari Tahun Lalu