Pasar saham Indonesia hari ini ditutup dengan catatan merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 0,44 persen, berakhir di posisi 6.958,47. Padahal di awal sesi, sempat ada sentimen positif yang mendorong indeks rebound ke level 7.001. Namun begitu, momentum itu tak bertahan lama. Sepanjang perdagangan, tekanan jual mendominasi dan sempat menyeret IHSG ke titik terendah harian di 6.942,63.
Suasana pelemahan ini terlihat jelas dari papan pencatatan. Dari total saham yang diperdagangkan, 433 tercatat melemah, sementara yang mampu menguat hanya 253. Sisanya, 272 saham stagnan alias flat. Volume perdagangan terbilang cukup aktif, mencapai 20,23 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,77 triliun.
Tak cuma IHSG, indeks-indeks lainnya juga kompak terperosok. Indeks LQ45 anjlok 0,86 persen ke 701. Indeks IDX30 bahkan turun lebih dalam, 1,54 persen ke level 382. Di sisi lain, indeks JII dan MNC36 juga ikut terseret, masing-masing turun 0,43 persen dan 1,35 persen.
Mayoritas sektor ikut merasakan dampaknya. Tekanan berat terlihat di sektor konsumer, industri, properti, hingga teknologi. Bahan baku dan kesehatan juga ikut lesu. Tapi nggak semua suram. Ada sedikit cahaya dari sektor energi, keuangan, dan infrastruktur yang justru kompak menguat, meski tak cukup kuat untuk mengangkat sentimen pasar secara keseluruhan.
Di tengah pelemahan luas, beberapa saham justru menunjukkan performa luar biasa. PMJS (Putra Mandiri Jembar) melonjak tajam 34,82 persen ke Rp151. Di belakangnya, ada KUAS (Ace Oldfields) yang naik 29,41 persen dan ESIP (Sinergi Inti Plastindo) yang menguat 25,19 persen. Mereka adalah bintang hari ini.
Tapi, tentu ada yang harus merasakan koreksi paling dalam. Posisi teratas daftar top losers ditempati oleh CHEM (Chemstar Indonesia) yang rontok 15 persen. XPTD (Panin Asset Management) dan XILV (Insight Investments Management) juga tak kalah terpukul, masing-masing anjlok di atas 14 persen.
Hari ini, pasar memang lagi berat. Sentimen campur aduk dan dominasi penjualan membuat IHSG kesulitan bangkit. Kita lihat saja besok, apakah ada angin segar yang bisa balikkan suasana.
Artikel Terkait
Rupiah Terus Melemah ke Rp17.744 per Dolar AS, Dipicu Ketidakpastian Geopolitik dan Sinyal Hawkish The Fed
IHSG Ditutup Hijau di Awal Pekan, Ditopang Lonjakan Saham GRIA dan LAJU
IHSG Ditutup Menguat 0,72 Persen ke 6.206,35 pada Perdagangan Perdana Pekan Ini
IHSG Ditutup Menguat 0,72 Persen, Saham Perbankan Jadi Motor Penggerak