Kautsar menyampaikan hal itu pada Sabtu, 4 April 2026. Perubahan juga terlihat jelas pada volume dan nilai transaksi, sayangnya arahnya justru ke bawah.
Volume transaksi harian rata-rata anjlok 8,62 persen, hanya 25,87 miliar saham. Angka ini jauh dari 28,31 miliar saham yang tercatat di pekan sebelumnya. Lebih dramatis lagi, nilai transaksi hariannya. Rata-ratanya merosot tajam, sampai 36,69 persen, menjadi Rp14,77 triliun. Bandingkan dengan Rp23,33 triliun di pekan lalu penurunan yang cukup signifikan.
Di sisi lain, investor asing masih terus mencatatkan aksi jual bersih. Pekan ini, net sell mereka mencapai Rp813,51 miliar. Kalau dilihat akumulasinya sepanjang 2026, angkanya sudah membengkak jadi Rp33,83 triliun. Tren ini patut dicermati, karena bisa memberi tekanan tersendiri pada pasar domestik ke depannya.
Artikel Terkait
OJK, BEI, dan KSEI Rampungkan Empat Agenda Kunci Perkuat Transparansi Pasar Modal
Pemprov DKI Potong BPHTB 50% untuk Pembeli Rumah Pertama di Bawah Rp500 Juta
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi