Fokusnya jelas: membangun ekonomi lewat ekosistem digital di wilayah-wilayah yang selama ini dianggap "non-commercial". Kenapa ini penting? Pertumbuhan trafik internet di Indonesia memang melesat, tapi sayangnya penyebarannya timpang. Daerah 3T Terluar, Terdepan, Tertinggal seringkali cuma bisa mengandalkan internet satelit. Sinyal GSM atau 4G terbatas, bandwidth rendah, dan harganya? Bisa dibilang mahal.
Nah, di sinilah peran Palapa Ring. Proyek ambisius ini bertujuan membangun jaringan tulang punggung atau backbone di 57 daerah 3T. Caranya dengan memasang Fiber Optic dan Saluran Radio Gelombang Mikro (Microwave).
Harapannya, dengan infrastruktur ini, para penyedia layanan internet baik lokal maupun nasional bisa lebih mudah berkonsolidasi. Mereka lalu bisa membangun jaringan akses lokal berkecepatan tinggi. Yang menarik, tenaga kerja lokal di daerah 3T pun akan dilibatkan secara maksimal dalam pembangunannya.
Jadi, penambahan direktur di PRB ini bukan sekadar urusan administratif. Ini langkah dalam perjalanan panjang menghubungkan Indonesia, sepetak demi sepetak.
Artikel Terkait
BEI Umumkan Daftar 10 Saham dengan Kepemilikan Paling Terkonsentrasi
Komisaris Independen Lim Bing Tjay Mundur dari Erajaya Swasembada
Bank Danamon Bagikan Dividen Rp1,39 Triliun untuk Tahun 2025
NCKL Habiskan Dana IPO Rp9,99 Triliun untuk Pelunasan Utang dan Ekspansi Bisnis