Panglima TNI Kirim Dua Brigjen ke BIN untuk Perkuat Intelijen

- Jumat, 03 April 2026 | 07:30 WIB
Panglima TNI Kirim Dua Brigjen ke BIN untuk Perkuat Intelijen

Dua Brigjen TNI Dikirim ke BIN, Panglima: Untuk Perkuat Intelijen

Jumat, 3 April 2026

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto baru saja mengambil langkah strategis. Dua perwira tinggi bintang satu, atau Brigadir Jenderal, ditunjuk untuk mengisi pos-pos penting di Badan Intelijen Negara (BIN). Langkah ini, kata pihak TNI, tak lain untuk memperkuat fungsi intelijen ke depannya.

Mutasi ini bagian dari pergerakan yang lebih besar. Total ada 35 perwira yang mengalami rotasi dan promosi pada Maret lalu. Kedua brigjen ini termasuk di dalamnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah bilang, mutasi adalah hal yang wajar. "Perlu saya sampaikan bahwa mutasi jabatan di tubuh TNI merupakan hal yang biasa dalam rangka pembinaan karier prajurit dan kebutuhan organisasi," ujarnya, Jumat (3/4).

Menurutnya, langkah ini perlu agar TNI tetap lincah menghadapi tantangan yang terus berubah. "Setiap keputusan diambil berdasarkan pertimbangan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI," tambah Aulia.

Lalu, siapa saja kedua jenderal yang dipercaya ini?

Pertama, Brigjen TNI Dedi Hardono. Pria kelahiran Sulawesi Selatan, 30 Maret 1972 ini sekarang ditugaskan sebagai Kabinda Papua. Sebelumnya, karirnya sudah panjang dan berwarna. Dia pernah memimpin Batalyon Infanteri Raider 755/Yalet, lalu bertugas sebagai Asisten Intelijen di Kodam VI/Mulawarman.

Jabatannya terus naik. Sempat jadi Direktur Bina Fungsi Intelijen Kodiklatad, lalu Komandan Pusdik Intelijen. Tak lama memimpin teritorial sebagai Danrem di Papua, dia kemudian ditempatkan di STIN BIN sebelum akhirnya memegang kendali sebagai kepala intelijen daerah di Papua.

Pengalaman lapangannya juga banyak. Dedi pernah diterjunkan dalam berbagai operasi, dari Seroja, Aceh, hingga operasi perdamaian di Papua. Pendidikannya pun lengkap, mulai dari Seskoad, Sesko TNI, sampai Lemhannas RI.

Kedua, ada Brigjen TNI Fahmi Sudirman.

Dia kini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup di BIN. Informasi tentangnya memang tak sebanyak rekannya. Namun, yang pasti, Fahmi bukan nama baru di dunia intelijen. Sebelumnya dia adalah Agen Intelijen Ahli Madya yang membawahi wilayah Jawa dan Bali, dan pernah pula memimpin sebagai Kabinda Jawa Timur.

Penempatan dua perwira karir ini ke BIN jelas punya pesan. Di satu sisi, ini soal pembinaan karier seperti yang disampaikan juru bicara. Di sisi lain, kolaborasi antara TNI dan BIN di level taktis tampaknya akan semakin erat, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar