MSIN ternyata tak cuma bermain di konten konvensional. Maret 2026 lalu, mereka resmi meluncurkan V Short. Platform micro drama pertama di Indonesia ini menawarkan drama pendek berformat vertikal yang pas untuk konsumsi lewat ponsel. Genre yang ditawarkan beragam, mulai dari romance, keluarga, fantasi, sampai komedi.
Saat diluncurkan, sudah ada lebih dari 200 judul yang siap ditonton. Yang menarik, platform ini pakai model monetisasi hybrid, seperti bayar per episode. Mereka juga menyiapkan subtitle dalam beberapa bahasa, termasuk Inggris dan Mandarin, untuk menjangkau penonton global.
Kedepannya, V Short diproyeksikan jadi motor pertumbuhan digital MSIN. Dengan siklus produksi yang cepat dan potensi engagement yang tinggi, micro drama diharapkan menjadi pilar pendapatan jangka panjang mereka.
Menyatukan RCTI dan Vision
Strategi lain yang sedang digarap adalah integrasi dua platform andalannya, RCTI dan Vision . Tujuannya sederhana: menciptakan satu destinasi streaming yang lebih kuat untuk pasar Indonesia. Platform gabungan ini akan fokus pada konten video panjang dan horizontal, memadukan konten on-demand dengan saluran linear.
Dengan konsolidasi ini, MSIN berharap pengalaman pengguna jadi lebih baik, engagement lebih dalam, dan monetisasi dari iklan maupun langganan bisa lebih optimal.
Membidik Pasar Modal Global
Ambisi global MSIN tak berhenti di konten. Perusahaan ini sedang mempersiapkan dual listing di bursa saham internasional. Targetnya, proses ini bisa rampung pada kuartal kedua 2026. Mereka sudah menunjuk penasihat internasional untuk memuluskan rencana ini.
Jika terwujud, langkah ini akan membuka akses yang lebih luas ke investor global dan semakin mengukuhkan posisi MSIN sebagai pemain hiburan digital yang diperhitungkan.
Artikel Terkait
Wall Street Melonjak Usai Trump Beri Isyarat Perdamaian dengan Iran
MNC Digital Entertainment (MSIN) Targetkan Dual Listing di Bursa Internasional pada 2026
Wintermar Hentikan Program Buyback Lebih Cepat, Alihkan Sisa Dana untuk Operasional
Anabatic Technologies Catat Kenaikan Laba Bersih 13,2% Meski Pendapatan Turun