JAKARTA – PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) membukukan kinerja yang luar biasa di tahun 2025. Laba bersihnya melonjak ke level Rp985 miliar. Angka itu naik drastis, tepatnya 140 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang 'hanya' Rp410,8 miliar. Margin laba bersihnya pun ikut meroket, dari 13 persen menjadi 26 persen. Sungguh lompatan yang fantastis.
Di sisi lain, total pendapatan perusahaan mencapai Rp3,83 triliun. Artinya, ada pertumbuhan 18 persen year-on-year. Pencapaian ini tak lepas dari ekspansi ekosistem digital mereka yang terus berjalan. Konten, kekayaan intelektual (IP), langganan, dan iklan digital di berbagai platform menjadi penyokong utama.
Menurut Direktur Utama MNC Digital Entertainment, Angela Tanoesoedibjo, hasil ini membuktikan kekuatan ekosistem digital terintegrasi yang mereka bangun.
"Ke depannya, kami fokus pada peningkatan produksi konten premium, memperkuat ekosistem streaming kami melalui integrasi RCTI dan Vision yang direncanakan untuk pasar Indonesia, sekaligus berekspansi secara internasional melalui peluncuran V Short untuk menangkap peluang micro drama global yang berkembang pesat," jelas Angela.
Dia menambahkan, perusahaan juga berencana melakukan dual listing di bursa internasional. Langkah ini dianggap penting untuk memperluas basis investor global dan memperkuat posisi MSIN di kancah dunia.
Nah, kalau kita lihat lebih detail, pendapatan dari konten, IP, dan sumber lain ternyata tumbuh pesat. Angkanya mencapai Rp2,10 triliun, naik 26 persen. Pemicunya adalah ekspansi produksi konten, terutama untuk serial drama premium, konten orisinal, dan micro drama. Permintaan lisensi konten mereka di platform dalam dan luar negeri juga ikut mendongkrak.
Untuk segmen iklan online, pendapatannya stabil di Rp856,9 miliar, naik tipis 2 persen. Aliran ini terutama dari platform AVOD OTT mereka, RCTI , yang masih jadi magnet bagi pengiklan yang mengincar iklan video digital yang terukur.
Sementara itu, pendapatan langganan justru menunjukkan tren yang menggembirakan. Tercatat Rp869,2 miliar, meningkat 18 persen. Platform SVOD mereka, Vision , berhasil menambah jumlah pelanggan dari 2,85 juta di 2024 menjadi 4,9 juta di 2025. Konten orisinal dan program olahraga eksklusifnya rupanya disukai banyak orang.
Namun begitu, beban langsung perusahaan juga ikut membengkak menjadi Rp2,60 triliun, naik 23 persen. Ini wajar, karena MSIN memang lebih gencar berinvestasi pada produksi konten premium dan micro drama. Alhasil, laba kotor mereka pun naik 9 persen menjadi Rp1,09 triliun, meski marginnya sedikit turun dari 31% ke 29%.
Artikel Terkait
Wall Street Melonjak Usai Trump Beri Isyarat Perdamaian dengan Iran
MNC Digital Entertainment (MSIN) Targetkan Dual Listing di Bursa Internasional pada 2026
Wintermar Hentikan Program Buyback Lebih Cepat, Alihkan Sisa Dana untuk Operasional
Anabatic Technologies Catat Kenaikan Laba Bersih 13,2% Meski Pendapatan Turun