Di Korea Selatan, perubahannya lebih dramatis. Indeks KOSPI melonjak tajam sekitar 6,59 persen ke level 5.385. Ini adalah kenaikan yang luar biasa setelah empat hari berturut-turut jatuh. Selain dari meredanya ketegangan geopolitik, data ekspor Maret yang fantastis jadi pendorong kuat. Ekspor Korea melonjak 48,3 persen secara tahunan, didominasi oleh kinerja sektor semikonduktor yang masih perkasa.
Gelombang hijau ternyata merata. Shanghai Composite naik 1,38 persen. Hang Seng Index di Hong Kong menguat 1,73 persen. Australia dan Singapura juga ikut merasakan dampaknya, dengan kenaikan masing-masing 1,67 persen.
Sebenarnya, reli Asia ini cerminan dari apa yang terjadi di Wall Street semalam. S&P 500 naik hampir 3 persen, Nasdaq melonjak 3,83 persen, dan Dow Jones menguat 2,49 persen. Pemicunya? Laporan The Wall Street Journal yang menyebut Trump bersedia menghentikan kampanye militer terhadap Iran. Meski risiko penutupan Selat Hormuz masih ada, laporan itu sudah cukup untuk memicu spekulasi de-eskalasi dan meredakan kekhawatiran inflasi global yang membayangi.
Jadi, April dibuka dengan optimisme. Setelah bulan yang penuh gejolak, pasar seolah menarik napas panjang. Tapi, semua masih bergantung pada perkembangan di Timur Tengah. Kita lihat saja apakah harapan ini bertahan.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 1,45% ke 7.150, Didukung Kenaikan Luas di Semua Sektor
Neraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Berturut-turut, Ditopang Penuh Sektor Nonmigas
Regulator Pacu Reformasi Pasar Jelang Penilaian Status Emerging Market oleh MSCI dan FTSE
BEI Cabut Suspensi Saham FITT, Saham ASPR Justru Dikenai Suspensi