Kondisi FITT sendiri sebenarnya belum sepenuhnya cerah. Sebelumnya, saham ini sempat disuspensi sehari pada Selasa (31/3) setelah harganya ambles 14,38% ke level Rp262. Kalau dilihat lebih jauh, performanya cukup memprihatinkan: turun 66,84% dalam sebulan dan anjlok 54,59% sejak awal tahun.
Lain cerita dengan ASPR. Saham ini punya momentum bullish pasca-libur Lebaran, menguat terus selama lima hari berturut-turut. Dalam sepekan saja, kenaikannya mencapai hampir 60%. Pada perdagangan Selasa sebelum suspensi, ASPR ditutup di Rp230, naik 12,75%.
Jadi, di hari yang sama, dua saham mengalami takdir berlawanan: satu dibebaskan dari penguncian, satunya lagi justru masuk dalam daftar suspensi. Pasar memang selalu punya kejutan sendiri.
Artikel Terkait
Neraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Berturut-turut, Ditopang Penuh Sektor Nonmigas
Regulator Pacu Reformasi Pasar Jelang Penilaian Status Emerging Market oleh MSCI dan FTSE
Pasar Saham Asia Melonjak Didorong Harapan Meredanya Konflik Timur Tengah
Harga Emas Antam Naik Rp75 Ribu per Gram, Buyback Melonjak Rp110 Ribu