Media Malaysia, khususnya portal Makan Bola, ikut menyoroti hasil akhir Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Ya, gelar juara memang tak berhasil dibawa pulang. Tapi, menurut mereka, ada banyak hal positif yang bisa dipetik dari perjalanan skuad Garuda.
Impian itu pupus di tangan Bulgaria. Hanya dengan skor tipis 1-0, tim Eropa itu sukses menghentikan langkah Indonesia di partai puncak.
"Impian Indonesia untuk memenangkan FIFA Series pupus di tangan Bulgaria," tulis Makan Bola dalam laporannya.
Padahal, semangat sedang membara. Sebelum final, performa tim asuhan John Herdman terlihat sangat meyakinkan. Mereka menghancurkan Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0 di semifinal. Kemenangan gemilang itu tentu saja membangun ekspektasi tinggi.
Herdman punya rencana. Di laga final, trio penyerang Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Ramadhan Sananta diturunkan sejak menit awal. Harapannya jelas: membongkar pertahanan Bulgaria secepat mungkin.
Namun begitu, kenyataan di lapangan tak semudah teori. Bulgaria, yang peringkat FIFA-nya lebih tinggi, langsung menunjukkan taring. Tekanan mereka di babak pertama cukup merepotkan lini belakang Indonesia. Serangan demi serangan harus dihadapi.
Momen paling menentukan terjadi berkat intervensi VAR. Wasit memutuskan memberi penalti untuk Bulgaria setelah melihat pelanggaran Kevin Diks terhadap Zdravko Dimitrov. Eksekusi penalti itu berbuah gol. Satu-satunya gol dalam pertandingan.
Babak kedua, Indonesia berusaha bangkit. Herdman memasukkan Elkan Baggott dan Eliano Reijnders untuk menyeimbangkan permainan. Strateginya mulai terlihat. Tekanan yang dibangun semakin meningkat.
Peluang emas pun datang di menit ke-72. Ole Romeny melepaskan tembakan yang sayangnya hanya menghantam mistar gawang. Hanya selisih sentimeter! Itulah kesempatan terbaik yang mereka dapatkan untuk menyamakan kedudukan.
Sisa waktu dimanfaatkan untuk terus menekan. Tapi, pertahanan Bulgaria sangat rapat dan disiplin. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 untuk kemenangan Bulgaria tak tergoyahkan.
Di sisi lain, kegagalan meraih trofi bukan berarti perjalanan ini sia-sia. Makan Bola menilai penampilan Indonesia tetap layak dapat apresiasi. Perkembangan tim di bawah Herdman terlihat signifikan. Ada fondasi yang mulai terbentuk, meski hasil akhirnya masih terasa pahit.
Artikel Terkait
Menteri Kebudayaan Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Saling Menguntungkan di Tengah Kunjungan Prabowo
China Salip AS dan Rusia, Kini Jadi Negara dengan Jaringan Diplomatik Terbanyak di Dunia
Hilman Latief Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Kuota Haji, Sebut Keluarganya Hancur Akibat Tuduhan
Ini Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dari Takbir hingga Permohonan Diterima Allah