Namun begitu, efeknya tak cuma dirasakan negara. Masyarakat luas juga bisa ikut menikmati penghematan. "Total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp59 triliun," tambahnya. Bayangkan, uang sebanyak itu bisa dialihkan untuk keperluan lain.
Jadi, ini bukan sekadar langkah darurat. Airlangga menekankan, transformasi budaya kerja berbasis digital ini adalah upaya jangka panjang. Tujuannya jelas: menciptakan birokrasi yang lebih lincah, produktif, dan tentu saja, efisien. Di sisi lain, pemilihan hari Jumat sebagai hari WFH diharapkan bisa meredam kemacetan secara nasional, memberikan jeda bagi kota-kota besar.
"Sebagai langkah adaptif dan preventif guna menghadapi dinamika global, pemerintah menetapkan kebijakan transformasi budaya kerja yang mendorong budaya perilaku kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital," jelas Airlangga.
Singkatnya, kebijakan ini ingin menjawab banyak hal sekaligus. Dari penghematan anggaran, efisiensi energi, hingga mendorong adaptasi digital di tubuh birokrasi. Tinggal menunggu implementasinya di lapangan.
Artikel Terkait
Fore Kopi Indonesia Catat Laba Bersih Rp90 Miliar, Naik 55% pada 2025
Pemerintah Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN Mulai April 2026
Semen Baturaja Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih di 2025
Rupiah Melemah ke Rp17.041 Didorong Ketegangan Global dan Penutupan Selat Hormuz