Fore Kopi Indonesia Catat Laba Bersih Rp90 Miliar, Naik 55% pada 2025

- Selasa, 31 Maret 2026 | 22:35 WIB
Fore Kopi Indonesia Catat Laba Bersih Rp90 Miliar, Naik 55% pada 2025

Tahun lalu jadi tahun yang manis bagi Fore Kopi Indonesia. Perusahaan yang menaungi gerai Fore Coffee dan Fore Donut itu membukukan kinerja keuangan yang cukup impresif. Laba bersihnya melonjak 55 persen, mencapai angka Rp90 miliar sepanjang 2025.

Lonjakan laba itu, tentu saja, punya pemicu. Pendapatan mereka ikut naik signifikan, tepatnya 44 persen, menjadi Rp1,5 triliun. Tak cuma itu, EBITDA juga ikut meroket 58 persen ke level Rp300 miliar. Angka-angka ini jelas bukan pencapaian biasa.

Di balik performa gemilang itu, ada strategi ekspansi yang agresif. Sepanjang tahun lalu, Fore Coffee membuka lebih dari 90 gerai baru. Ekspansi inilah yang menjadi motor penggerak pertumbuhan mereka.

Presiden Direktur FORE, Vico Lomar, menyoroti hal ini. Menurutnya, hasil positif tersebut menunjukkan komitmen operasional perusahaan dan kemampuan mereka membaca pasar.

"Dengan mengintegrasikan 90 gerai baru ke dalam ekosistem, kami tak sekadar memperluas jaringan. Tapi juga memperkuat brand ekuitas Fore itu sendiri," ujar Vico.

Dia menambahkan, fokus utama tetap pada pengalaman ngopi premium yang harganya bersahabat. Selain itu, manajemen juga memastikan dana dari IPO dimanfaatkan dengan strategis.

"Kami ingin setiap rupiah dari modal IPO kami menghasilkan nilai berkelanjutan untuk semua pemangku kepentingan," tegasnya dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Ngomong-ngomong soal IPO, lebih dari 60 gerai baru dibangun setelah perusahaan go public pada April lalu. Ini sekaligus bukti komitmen manajemen atas penggunaan dana hasil IPO. Hingga akhir 2025, jaringan mereka tumbuh 37 persen. Totalnya kini ada 316 gerai aktif, bandingkan dengan 231 gerai di akhir 2024.

Pencapaian lain yang patut dicatat adalah peluncuran dua gerai perdana Fore Donut. Gerai pertama dibuka di Supermall Karawaci, Tangerang, dan yang kedua di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Momen ini menjadi tonggak sejarah diversifikasi bisnis mereka di akhir 2025.

Rupanya sambutan pasar cukup hangat. Momentum positif ini berlanjut hingga Maret 2026, dengan dibukanya outlet ketujuh di Epiwalk, Jakarta Selatan. Keberhasilan meluncurkan varian donut ini menunjukkan kemampuan eksekusi tim dalam merambah segmen pasar baru.

Di sisi lain, Presiden Komisaris FORE, Willson Cuaca, mengaku puas dengan eksekusi peta jalan pasca-IPO. Baginya, kesuksesan peluncuran Fore Donut adalah bukti nyata bahwa mesin inovasi di internal perusahaan berjalan dengan baik.

"Kami optimis bisa mempertahankan penciptaan nilai ini untuk semua pihak yang terlibat," pungkas Willson.

Semua pencapaian ini tentu menjadi modal kuat bagi Fore untuk melangkah lebih kencang di tahun-tahun mendatang. Pertanyaannya sekarang, apakah momentum ini bisa dipertahankan?

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar