Pagi ini, IHSG sempat memberi harapan. Indeks saham gabungan itu menguat di pembukaan, bahkan merangkak naik ke level 7.155. Namun, optimisme itu tak bertahan lama. Tekanan jual muncul dan menggiring IHSG berbalik arah, hingga akhirnya ditutup turun 0,53 persen ke posisi 7.053 di sesi pertama perdagangan Selasa (31/3/2026).
Perdagangan berlangsung cukup ramai. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 14,5 miliar lembar, dengan nilai transaksi menembus Rp 7,4 triliun. Dari papan pencatatan, lebih banyak saham yang tertekan: 403 saham melemah, sementara yang mampu menguat hanya 282. Sisanya, 273 saham, diam di tempat.
Kalau dilihat dari sektor, hampir semuanya berwarna merah. Tekanan terasa kuat di industri, yang anjlok 1,45 persen. Sektor teknologi juga ikut merosot 1,01 persen, diikuti kesehatan yang terkoreksi 0,59 persen. Tak cuma itu, sektor-sektor lain seperti energi, keuangan, dan properti pun terlihat lesu, dengan penurunan yang bervariasi.
Artikel Terkait
Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi, Didorong Ketegangan Timur Tengah
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram, Buyback Anjlok Lebih Dalam
IHSG Dibuka Menguat ke 7.122,99, Sektor Konsumer dan Keuangan Dorong Pasar
Fed Pilih Tunggu dan Lihat Dampak Perang Iran Terhadap Inflasi