Kemenhub, bersama polisi, pemda, dan operator, sudah menyiapkan skenario pengendalian lalu lintas berbasis kondisi lapangan. Intinya, kapasitas angkutan dan layanan di pelabuhan akan diperkuat semaksimal mungkin.
Namun begitu, semua persiapan ini bisa jadi kurang berarti tanpa peran serta masyarakat. Kemenhub menegaskan, partisipasi publik kunci utamanya. Pemudik diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, jangan sampai semua berangkat barengan di hari yang sama.
kata Titis menambahkan.
Di sisi lain, ada satu hal yang mungkin luput dari perhatian banyak orang: balon udara. Menjelang Lebaran Ketupat, marak balon udara liar diterbangkan di beberapa daerah. Aktivitas ini, meski kelihatannya sepele, ternyata berisiko besar mengganggu keselamatan penerbangan.
Kemenhub pun mengingatkan, menerbangkan balon udara tanpa pengawasan itu berbahaya. Bisa membahayakan pesawat yang sedang terbang. Karena itu, aktivitas ini hanya diperbolehkan jika memenuhi syarat ketat, seperti diterbangkan secara tertambat dan diawasi oleh pihak berwenang.
Intinya, di tengin hiruk-pikuk arus balik ini, Kemenhub kembali menekankan satu hal: keselamatan adalah yang utama. Pemerintah dan semua pihak terkait berupaya keras agar perjalanan masyarakat bisa aman, nyaman, dan tetap terkendali sampai tujuan.
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Lebaran, Pertamina Siagakan Ribuan SPBU dan Layanan Darurat
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng
IHSG Melemah Tipis, Transaksi Harian Justru Naik 15% Pasca-Lebaran