Pergerakan indeksnya sendiri terlihat fluktuatif banget. Rentangnya lebar. IHSG sempat menyentuh puncak di 7.323,702, tapi juga sempat terjun ke level terendah 7.057,223. Naik turunnya cukup ekstrem, mencerminkan pasar yang aktif namun belum punya pondasi penguatan yang solid.
Jadi, peningkatan likuiditas tadi lebih banyak didorong aktivitas jual beli yang tinggi, termasuk aksi ambil untung atau "profit taking", bukan karena ada akumulasi besar-besaran yang bisa mendongkrak indeks. Akibatnya, kapitalisasi pasar pun ikut tergerus, turun tipis 0,24 persen menjadi Rp12.516 triliun, didorong pelemahan di sejumlah saham-saham besar.
Intinya, likuiditas memang meningkat. Tapi sentimen pasar? Masih diliputi kehati-hatian. Derasnya arus dana asing yang keluar masih jadi bayangan gelap yang membayangi pergerakan IHSG pekan ini.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng
Kemenhub Siaga Penuh Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026
IHSG Melemah Tipis, Transaksi Harian Justru Naik 15% Pasca-Lebaran
RAAM Rencanakan Rights Issue 1,36 Miliar Saham untuk Ekspansi Bioskop