Soal kredibilitas, penerbitan ini juga sudah dapat lampu hijau. Peringkat yang diberikan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) adalah idA (Single A) untuk obligasi konvensionalnya dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk sukuknya.
Bagi Adrian, oversubscription yang tinggi ini punya makna lebih dalam. Ini bukan sekadar soal angka permintaan yang membengkak.
“Ini menjadi indikator kepercayaan pasar terhadap model bisnis dan fundamental perseroan,” tuturnya.
Ia pun menegaskan komitmen perusahaan. “Perseroan akan mengelola dana hasil penerbitan ini secara disiplin serta terus memperkuat portofolio aset energi guna mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.”
Sebuah awal yang kuat, tentu saja. Tinggal menunggu eksekusi selanjutnya di lapangan.
Artikel Terkait
Wall Street Anjlok, Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Trump Tekan Pasar
MORA Siapkan Buyback Rp1,02 Triliun Jelang Merger dengan EMR
ENVY Rencanakan Akuisisi 99% Saham Delapan Media Komunikasi
IHSG Turun 0,94% ke 7.097,06, Mayoritas Sektor Tertekan