Intinya, bursa ingin memberikan jeda. Pelaku pasar, baik investor ritel maupun pemodal besar, butuh waktu untuk bernapas dan mempertimbangkan ulang keputusan mereka terkait saham MLPT. Situasinya memang panas.
Kalau kita lihat pergerakannya, penurunan ini bukan main-main. Sejak awal tahun hingga saat penangguhan, saham MLPT sudah anjlok 76,84 persen. Angka yang fantastis, dalam artian yang buruk. Bahkan hanya dalam rentang Maret saja, pelemahannya mencapai 75,71 persen.
Pada sesi perdagangan sehari sebelumnya, Kamis (26/3), sentimen negatif sudah sangat terasa. Saham ditutup melemah 7,07 persen di level Rp14.450. Padahal, di tengah jalan sempat ada penguatan tipis 2,30 persen. Tapi itu tak bertahan lama.
Kini, semua mata tertuju pada perkembangan selanjutnya. Kapan perdagangan akan dibuka kembali, dan seperti apa respons pasar nantinya? Kita tunggu saja.
Artikel Terkait
Pemerintah Kurangi Hari Operasional Program Makan Bergizi Gratis demi Efisiensi
Laba Bersih CSRA Melonjak 27,7% Didorong Kenaikan Harga CPO
Saham Bakrie Melawan Arus, ENRG dan DEWA Catat Kenaikan Signifikan
Tambang Nikel Hengjaya di Morowali Dihentikan Sementara Usai Kecelakaan Kerja Tewaskan Pekerja